Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Trump Keluhkan Kurangnya Antusiasme NATO di Selat Hormuz

Thalatie K Yani
17/3/2026 03:28
Trump Keluhkan Kurangnya Antusiasme NATO di Selat Hormuz
Presiden Donald Trump mengkritik sekutu NATO yang enggan terlibat militer di Selat Hormuz saat harga minyak melonjak akibat konflik Iran.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kekecewaannya terhadap negara-negara sekutu NATO yang dianggap tidak bersemangat dalam upaya mengamankan Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital tersebut saat ini lumpuh akibat serangan Iran di tengah berkecamuknya perang di Timur Tengah.

Trump mengkritik respons "setengah hati" dari negara-negara kekuatan dunia saat ia menyerukan pengiriman kapal perang untuk mengawal kapal tanker. Padahal, sekitar seperlima pasokan minyak mentah global melewati selat tersebut. Kelumpuhan jalur ini telah memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 40%-50%.

"Kami sangat mendorong negara-negara lain untuk terlibat bersama kami, terlibat dengan cepat, dan dengan antusiasme yang besar," tegas Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Senin waktu setempat.

Bagi Trump, komitmen militer dari sekutu bukan sekadar formalitas. "Tingkat antusiasme itu penting bagi saya," tambahnya.

Sekutu Eropa Kompak Menolak

Meskipun Trump berharap keterlibatan penuh, para pemimpin Eropa justru menarik garis tegas. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan London memang sedang menyusun rencana untuk membuka kembali selat tersebut, namun ia secara eksplisit menolak misi di bawah bendera NATO.

Nada serupa datang dari Berlin. Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan keterlibatan militer Jerman sama sekali tidak masuk dalam pertimbangan. "Masalah bagaimana Jerman mungkin berkontribusi secara militer tidak akan muncul. Kami tidak akan melakukannya," ujar Merz.

Penolakan ini tidak hanya datang dari Inggris dan Jerman. Negara-negara lain seperti Jepang, Australia, Polandia, Spanyol, Yunani, hingga Swedia juga menjauhkan diri dari keterlibatan militer langsung di Selat Hormuz. Uni Eropa pun menunjukkan "kurangnya gairah" untuk memperluas misi angkatan laut mereka di Laut Merah ke wilayah Hormuz.

Ketegangan diplomatik ini mulai mengancam stabilitas internal aliansi. Trump bahkan memperingatkan penolakan untuk membantu ini akan berakibat "sangat buruk bagi masa depan NATO."

Iran Tetap Menantang

Di sisi lain, Teheran tetap menunjukkan sikap menantang meskipun serangan udara Israel mulai menghantam ibu kota Iran dan kota-kota besar lainnya seperti Shiraz dan Tabriz. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya tidak akan ragu untuk membela diri.

"Saat ini mereka seharusnya sudah memahami bangsa seperti apa yang mereka hadapi, bangsa yang tidak ragu untuk membela diri dan siap melanjutkan perang ke mana pun arahnya," ujar Araghchi.

Kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan dengan adanya serangan drone dan rudal yang menyasar infrastruktur minyak di Dubai, Abu Dhabi, hingga Fujairah. Sementara itu, di front lain, Israel telah mengumumkan "operasi darat terbatas" terhadap Hezbollah di Lebanon selatan untuk memperkuat pertahanan mereka. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik