Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Trump Ancam Tinggalkan NATO setelah Sekutu Tolak Amankan Selat Hormuz

Haufan Hasyim Salengke
18/3/2026 10:38
Trump Ancam Tinggalkan NATO setelah Sekutu Tolak Amankan Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump.(Saul Loeb/AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali mengguncang stabilitas aliansi pertahanan internasional dengan melontarkan ancaman untuk menarik diri dari NATO. Pernyataan keras ini muncul setelah negara-negara sekutu menolak permintaannya untuk membentuk kekuatan polisi luar angkasa internasional guna mengamankan Selat Hormuz dari Iran.

Melalui unggahan di jejaring media sosial miliknya, Truth Social, Trump menegaskan bahwa militer AS telah mencapai kesuksesan besar sehingga tidak lagi membutuhkan bantuan dari pihak mana pun. Ia bahkan secara spesifik menyebut beberapa mitra strategis dalam pernyatannya.

"Karena fakta bahwa kita telah mencapai kesuksesan militer yang luar biasa, kita tidak lagi 'membutuhkan' atau menginginkan bantuan negara-negara NATO — KITA TIDAK PERNAH MEMBUTUHKANNYA! Begitu juga dengan Jepang, Australia, atau Korea Selatan," tulis Trump dengan kombinasi huruf kapital dan nonkapital. Ia menambahkan dengan nada tinggi, "KITA TIDAK BUTUH BANTUAN SIAPA PUN!"

Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai kemungkinan AS keluar dari NATO, Trump tidak membantah hal tersebut. Ia menyatakan bahwa opsi tersebut adalah sesuatu yang "patut dipertimbangkan" dan mengeklaim dirinya memiliki otoritas penuh tanpa perlu persetujuan Kongres.

"Itu tentu sesuatu yang harus kita pikirkan. Saya tidak butuh Kongres untuk keputusan itu," ujar Trump. Meski menyatakan belum memiliki rencana pasti dalam waktu dekat, ia menekankan rasa kecewanya yang mendalam terhadap respon lambat para sekutu.

Ketegangan ini bermula dari upaya AS untuk membuka kembali jalur lalu lintas minyak di Selat Hormuz yang terhambat akibat konflik dengan Iran. Penolakan para sekutu untuk terlibat dalam misi pengamanan tersebut dianggap Trump sebagai kegagalan komitmen dalam aliansi yang ia nilai selama ini hanya membebani anggaran AS. (Euronews/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik