Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA singkat dan agresif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menggalang koalisi internasional guna mengamankan Selat Hormuz berakhir dengan kekecewaan. Pada Selasa waktu setempat, Trump meluapkan amarahnya kepada negara-negara Eropa yang menolak permintaannya untuk membantu operasi militer terhadap Iran.
"Kami tidak butuh terlalu banyak bantuan," ujar Trump dengan nada frustrasi di Ruang Oval saat menjamu Taoiseach (Perdana Menteri) Irlandia dalam rangka perayaan St. Patrick’s Day. "Sebenarnya, kami tidak butuh bantuan sama sekali."
Pernyataan ini menandai perubahan sikap yang drastis. Selama beberapa hari terakhir, Trump bersikeras mendesak negara lain mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz. Jalur krusial bagi 20% pasokan minyak dunia yang kini efektif ditutup oleh Iran, memicu lonjakan harga energi global.
Trump membingkai tuntutannya sebagai ujian loyalitas bagi negara-negara yang selama ini mengandalkan keamanan dari AS. Ia menyebut penolakan sebagian besar anggota NATO sebagai langkah yang tidak tepat.
"Saya pikir NATO membuat kesalahan yang sangat konyol. Saya sudah lama bertanya-tanya apakah NATO akan ada untuk kita," tegas Trump kepada wartawan. "Ini adalah ujian besar, karena meski kita tidak butuh mereka, seharusnya mereka ada di sana."
Upaya pembangunan koalisi ini hanya bertahan beberapa hari. Banyak pemimpin Eropa dan Teluk mengaku terkejut karena Trump tidak meminta persetujuan mereka sebelum meluncurkan perang pada akhir Februari lalu, kecuali kepada Israel. Akibatnya, negara-negara sekutu enggan terjebak dalam konflik yang tidak mereka mulai.
Trump juga melontarkan kritik personal kepada para pemimpin Eropa. Ia meremehkan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dengan mengatakan, "Keir bukan Churchill," sambil menunjuk patung dada Winston Churchill di kantornya.
Terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menolak bergabung dalam satuan tugas pengamanan selat, Trump berujar sinis, "Dia akan segera lengser," meski masa jabatan Macron baru berakhir Mei 2027.
Sikap dingin juga ditunjukkan Trump saat menanggapi pernyataan Presiden Irlandia, Catherine Connolly, yang menyebut perang di Iran sebagai pelanggaran hukum internasional. "Dia beruntung saya ada," cetusnya.
Meski Trump berargumen bahwa Eropa dan Asia lebih bergantung pada minyak dari Selat Hormuz, para sekutu tetap pada pendiriannya. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan, "Biar saya perjelas, hal itu tidak akan dan tidak pernah dibayangkan sebagai misi NATO."
Senada dengan itu, Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, bersikap lebih lugas: "Ini bukan perang kami; bukan kami yang memulainya."
Kini, hubungan AS dengan sekutunya berada di titik nadir. Trump mengisyaratkan akan mengingat "ketidakaktifan" para sekutu ini sebagai hal yang mengejutkan, meski ia mengaku belum memiliki rencana spesifik untuk mengevaluasi komitmen AS terhadap NATO dalam waktu dekat. (CNN/Z-2)
Presiden Donald Trump mengkritik sekutu NATO yang enggan terlibat militer di Selat Hormuz saat harga minyak melonjak akibat konflik Iran.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Kanselir Jerman Friedrich Merz dan pemimpin NATO desak Donald Trump batalkan penangguhan sanksi minyak Rusia demi menjaga tekanan internasional terhadap Kremlin.
PEMERINTAH Turki menyatakan bahwa sistem pertahanan udara NATO berhasil menembak jatuh rudal balistik kedua yang diluncurkan dari Iran dan memasuki wilayah udara Turki.
SEBUAH rudal balistik yang diluncurkan dari Iran dan menuju ke wilayah udara Turki setelah melintasi Suriah dan Irak. Rudal itu telah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Polandia memiliki fokus tersendiri, membangun pasukan darat, udara, dan angkatan laut untuk menghadapi konflik perbatasan di Ukraina.
Pemerintah kaji opsi WFH untuk tekan konsumsi BBM akibat tensi global. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pastikan stok energi aman hingga Lebaran 2026.
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ungkap nasib dua kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz. Cek progres negosiasi dan kondisi terkini di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved