Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Koalisi Selat Hormuz Gagal, Donald Trump Kecam NATO dan Pemimpin Eropa

Thalatie K Yani
18/3/2026 04:37
Koalisi Selat Hormuz Gagal, Donald Trump Kecam NATO dan Pemimpin Eropa
Presiden AS Donald Trump meluapkan kekecewaan setelah negara-negara NATO menolak bantuannya di Selat Hormuz. Trump sebut NATO buat kesalahan konyol.(White House)

UPAYA singkat dan agresif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menggalang koalisi internasional guna mengamankan Selat Hormuz berakhir dengan kekecewaan. Pada Selasa waktu setempat, Trump meluapkan amarahnya kepada negara-negara Eropa yang menolak permintaannya untuk membantu operasi militer terhadap Iran.

"Kami tidak butuh terlalu banyak bantuan," ujar Trump dengan nada frustrasi di Ruang Oval saat menjamu Taoiseach (Perdana Menteri) Irlandia dalam rangka perayaan St. Patrick’s Day. "Sebenarnya, kami tidak butuh bantuan sama sekali."

Pernyataan ini menandai perubahan sikap yang drastis. Selama beberapa hari terakhir, Trump bersikeras mendesak negara lain mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz. Jalur krusial bagi 20% pasokan minyak dunia yang kini efektif ditutup oleh Iran, memicu lonjakan harga energi global.

Kritik Keras terhadap NATO

Trump membingkai tuntutannya sebagai ujian loyalitas bagi negara-negara yang selama ini mengandalkan keamanan dari AS. Ia menyebut penolakan sebagian besar anggota NATO sebagai langkah yang tidak tepat.

"Saya pikir NATO membuat kesalahan yang sangat konyol. Saya sudah lama bertanya-tanya apakah NATO akan ada untuk kita," tegas Trump kepada wartawan. "Ini adalah ujian besar, karena meski kita tidak butuh mereka, seharusnya mereka ada di sana."

Upaya pembangunan koalisi ini hanya bertahan beberapa hari. Banyak pemimpin Eropa dan Teluk mengaku terkejut karena Trump tidak meminta persetujuan mereka sebelum meluncurkan perang pada akhir Februari lalu, kecuali kepada Israel. Akibatnya, negara-negara sekutu enggan terjebak dalam konflik yang tidak mereka mulai.

Sindiran untuk Pemimpin Dunia

Trump juga melontarkan kritik personal kepada para pemimpin Eropa. Ia meremehkan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dengan mengatakan, "Keir bukan Churchill," sambil menunjuk patung dada Winston Churchill di kantornya.

Terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menolak bergabung dalam satuan tugas pengamanan selat, Trump berujar sinis, "Dia akan segera lengser," meski masa jabatan Macron baru berakhir Mei 2027.

Sikap dingin juga ditunjukkan Trump saat menanggapi pernyataan Presiden Irlandia, Catherine Connolly, yang menyebut perang di Iran sebagai pelanggaran hukum internasional. "Dia beruntung saya ada," cetusnya.

Alasan Penolakan Sekutu

Meski Trump berargumen bahwa Eropa dan Asia lebih bergantung pada minyak dari Selat Hormuz, para sekutu tetap pada pendiriannya. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan, "Biar saya perjelas, hal itu tidak akan dan tidak pernah dibayangkan sebagai misi NATO."

Senada dengan itu, Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, bersikap lebih lugas: "Ini bukan perang kami; bukan kami yang memulainya."

Kini, hubungan AS dengan sekutunya berada di titik nadir. Trump mengisyaratkan akan mengingat "ketidakaktifan" para sekutu ini sebagai hal yang mengejutkan, meski ia mengaku belum memiliki rencana spesifik untuk mengevaluasi komitmen AS terhadap NATO dalam waktu dekat. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik