Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Turki Peringatkan Iran Usai Rudal Balistik Kedua Dicegat NATO

Ferdian Ananda Majni
10/3/2026 15:42
Turki Peringatkan Iran Usai Rudal Balistik Kedua Dicegat NATO
Orang-orang menghadiri rapat umum menentang serangan AS-Israel terhadap Iran di luar Balai Kota Los Angeles di California, Amerika Serikat, Sabtu (7/3/2026)(Xinhua)

PEMERINTAH Turki menyatakan bahwa sistem pertahanan udara NATO berhasil menembak jatuh rudal balistik kedua yang diluncurkan dari Iran dan memasuki wilayah udara Turki. Insiden tersebut terjadi dalam sepekan terakhir dan memicu peringatan keras dari Ankara mengenai ancaman terhadap wilayahnya.

Rudal tersebut menargetkan wilayah selatan Turki, yang merupakan negara anggota NATO sekaligus berbatasan langsung dengan Iran. 

Pemerintah Turki sebelumnya telah memperingatkan Teheran agar tidak melancarkan serangan lagi, namun hingga kini Ankara belum mengisyaratkan akan secara resmi meminta perlindungan tambahan dari negara-negara anggota aliansi tersebut.

Kementerian Pertahanan Turki menegaskan bahwa negaranya tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap ancaman yang mengarah ke wilayahnya.

"Kami sekali lagi menekankan bahwa semua tindakan yang diperlukan akan diambil secara tegas dan tanpa ragu-ragu terhadap ancaman apa pun yang ditujukan ke wilayah dan ruang udara negara kami," kata Kementerian Pertahanan Turki.

Pihak kementerian juga menyebut beberapa pecahan amunisi dari rudal yang dicegat tersebut jatuh di wilayah provinsi Gaziantep di bagian tenggara Turki. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Kami juga menegaskan kembali bahwa adalah kepentingan semua pihak untuk memperhatikan peringatan Turki dalam hal ini," tambah pernyataan tersebut.

Hingga kini belum diketahui secara pasti tujuan rudal balistik itu sebelum berhasil dicegat oleh sistem pertahanan NATO yang ditempatkan di kawasan Laut Mediterania Timur.

Turki memiliki sejumlah fasilitas militer penting milik sekutunya. Angkatan udara Amerika Serikat ditempatkan di pangkalan udara Incirlik Air Base di selatan Turki. 

Selain itu, NATO juga memiliki pangkalan radar di provinsi Malatya yang berperan penting dalam sistem pertahanan aliansi tersebut. Ankara menyebut pecahan rudal jatuh di area ladang kosong di Gaziantep, yang berada di antara kedua fasilitas tersebut.

Direktur komunikasi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Burhanettin Duran mengatakan pemerintah Turki kembali menyampaikan peringatan keras kepada semua pihak yang terlibat konflik.

Ia menegaskan Ankara meminta seluruh pihak, khususnya Iran, untuk menghindari tindakan yang dapat mengancam stabilitas kawasan dan keselamatan warga sipil.

Di tengah meningkatnya ketegangan regional, Ankara juga menegaskan bahwa Washington tidak menggunakan pangkalan Incirlik dalam serangan udara yang dilakukan bersama Israel terhadap Iran. 

Serangan tersebut sebelumnya memicu gelombang balasan berupa rudal dan drone dari Teheran.

Hingga kini Iran belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut. Namun Teheran sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak sedang berperang dengan negara-negara di kawasan dan tidak secara khusus menargetkan Turki.

Turki sendiri sebelumnya berupaya memediasi dialog antara Amerika Serikat dan Iran sebelum konflik udara pecah pekan lalu. 

Ankara juga menyatakan belum berencana menggunakan Pasal 4 NATO, yang memungkinkan negara anggota meminta konsultasi dengan sekutu jika merasa terancam. 

Penggunaan pasal tersebut berpotensi berujung pada penerapan Pasal 5 NATO, yang mewajibkan seluruh anggota aliansi membela negara yang diserang.

Sebagai negara dengan kekuatan militer darat terbesar kedua di NATO, Turki memiliki peran penting dalam aliansi trans-Atlantik dan dalam beberapa tahun terakhir menjadi aktor global yang semakin berpengaruh dalam industri pertahanan.

Meski demikian, Ankara masih menghadapi keterbatasan dalam sistem pertahanan udara nasional dan masih bergantung pada sistem pertahanan udara NATO, termasuk dalam dua insiden rudal yang terjadi dalam sepekan terakhir. (CNBC/Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya