Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Negosiasi Berjalan, Dua Kapal Pertamina masih Tertahan di Selat Hormuz

Insi Nantika Jelita
17/3/2026 15:28
Negosiasi Berjalan, Dua Kapal Pertamina masih Tertahan di Selat Hormuz
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberikan paparan kuliah umum dalam rangka HUT ke-56 Harian Media Indonesia, di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2026).(MI/Usman Iskandar)


MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) hingga kini masih tertahan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang berada di antara Iran di bagian utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di selatan. 

Pemerintah Indonesia saat ini masih melakukan negosiasi dengan otoritas Iran guna mengupayakan pelepasan kedua kapal tersebut.

"Dalam negosiasi sekarang. Kan ini antre panjang, ini lagi negosiasi. Ya, kasih kami waktu ya. Masih negosiasi," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3).

Ia menambahkan, proses negosiasi tersebut berlangsung di tengah situasi geopolitik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Meski demikian, pemerintah mulai melihat perkembangan positif terkait akses pelayaran di Selat Hormuz.

Bahlil menyebutkan mulai ada angin segar seiring penerapan kebijakan buka-tutup di Selat Hormuz. Kondisi ini memungkinkan kapal-kapal dari negara yang tidak terkait dengan Israel dan Amerika Serikat untuk kembali menjalin komunikasi dan melintas.

"Kita sedikit mendapat angin segar dengan Selat Hormuz itu sudah mulai ada kebijakan tutup buka. Artinya, bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Dan ini perkembangan yang positif," tegasnya.

Sebelumnya, dari empat kapal, dua kapal PIS dilaporkan bergerak menjauh dari kawasan konflik di sekitar Selat Hormuz seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Sementara dua kapal lain masih bertahan di perairan Teluk Arab sambil menunggu kondisi keamanan yang memungkinkan untuk melintas.

"Dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon," ujar Penjabat Sementara (Pjs) Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, dalam keterangan resmi, Selasa (10/3).

Ia menjelaskan, dua kapal lain yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro masih beroperasi di kawasan Timur Tengah dan berada di Teluk Arab. Kapal-kapal tersebut menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. "Keduanya dalam kondisi aman," tegas Vega. 

Ia menambahkan, kapal Gamsunoro melayani pengangkutan kargo milik pihak ketiga (third party). Sementara itu, VLCC Pertamina Pride tengah menjalankan misi mengangkut minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya