Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan keinginannya untuk menunda kunjungan kenegaraan ke Tiongkok yang sangat dinantikan pada awal April mendatang. Penundaan selama sekitar satu bulan ini disebabkan fokus penuh pemerintahannya terhadap perang AS-Israel melawan Iran.
“Kami telah meminta agar rencana tersebut ditunda sekitar satu bulan atau lebih,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin waktu setempat.
Ia menegaskan tidak ada motif tersembunyi di balik keputusan ini. “Tidak ada trik di baliknya. Ini sangat sederhana. Kita sedang menghadapi perang yang sedang berlangsung. Saya pikir penting bagi saya untuk berada di sini (AS),” tambahnya.
Permintaan penundaan ini menggarisbawahi bagaimana konflik dengan Iran telah menjungkirbalikkan agenda kebijakan luar negeri Trump. Kunjungan yang semula dijadwalkan pada 31 Maret hingga 2 April untuk bertemu Presiden Xi Jinping kini harus dijadwalkan ulang.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan Presiden tetap berencana mengunjungi Tiongkok, namun jadwal harus fleksibel. "Sebagai panglima tertinggi, prioritas nomor satunya saat ini adalah memastikan keberhasilan berkelanjutan dari Operation Epic Fury," jelas Leavitt kepada awak media.
Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih sejak AS dan Israel meluncurkan serangan skala besar ke Iran pada 28 Februari lalu. Operasi militer tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei.
Selain faktor koordinasi perang, penundaan ini juga terjadi di tengah upaya Trump mendesak Tiongkok untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital yang menyalurkan seperlima minyak dunia tersebut saat ini ditutup oleh Iran bagi kapal-kapal yang terkait dengan AS dan Israel.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan keberadaan Trump di Washington sangat krusial untuk mengoordinasikan upaya perang, bukan sekadar respons terhadap ketidakpatuhan Tiongkok atas permintaan di Selat Hormuz atau perselisihan dagang. "Bepergian ke luar negeri pada saat seperti ini mungkin bukan pilihan yang optimal," kata Bessent dari Paris.
Meskipun diplomasi tingkat tinggi di Washington tertunda, pembicaraan teknis tetap berjalan. Di Paris, delegasi AS dan Tiongkok dikabarkan mulai menunjukkan titik terang. Tiongkok menyatakan keterbukaan untuk menambah pembelian produk pertanian AS, termasuk daging unggas dan sapi. Kedua pihak juga membahas aliran mineral tanah jarang yang dikuasai Tiongkok serta pendekatan baru dalam pengelolaan investasi antar kedua raksasa ekonomi tersebut.
Hingga saat ini, Kedutaan Besar Tiongkok di Washington belum memberikan komentar resmi terkait permintaan penundaan jadwal pertemuan kedua kepala negara tersebut. (Al Jazeera/Z-2)
Taipan media Jimmy Lai dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan keamanan nasional. Dunia internasional kini menanti langkah Donald Trump.
Dalam pembicaraan telepon terbaru, Xi Jinping memperingatkan Donald Trump soal penjualan senjata ke Taiwan, sembari membahas kesepakatan dagang kedelai.
PRESIDEN Xi Jinping melakukan penyelidikan antikorupsi terhadap sejumlah petinggi militer, termasuk Jenderal senior Zhang Youxia, untuk memperkuat profesionalisme angkatan bersenjata.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Analisis mendalam mengenai pembersihan militer terbesar era Xi Jinping pada Januari 2026.
Perang di Iran memaksa penutupan ruang udara Uni Emirat Arab (UEA) secara total. Simak status terbaru penerbangan Emirates, Etihad, hingga Qatar Airways.
Hubungan AS-Inggris memanas. Presiden Trump sebut Inggris mengecewakan karena enggan terlibat aktif dalam pengamanan Selat Hormuz.
GKB-NU menilai eskalasi konflik tersebut berpotensi memicu perang berskala luas yang mengancam stabilitas global serta masa depan kemanusiaan.
AS prediksi perang melawan Iran berakhir dalam hitungan minggu. Namun, Teheran tegaskan siap bertempur panjang tanpa negosiasi. Simak update selengkapnya
Mengapa muncul dugaan Benjamin Netanyahu tewas? Simak analisis mendalam mengenai misinformasi dan serangan Iran dan teori video AI "jari enam" yang viral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved