Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Xi Jinping Ingatkan Donald Trump, Masalah Taiwan Adalah Isu Paling Krusial Tiongkok-AS

Thalatie K Yani
05/2/2026 08:42
Xi Jinping Ingatkan Donald Trump, Masalah Taiwan Adalah Isu Paling Krusial Tiongkok-AS
Dalam pembicaraan telepon terbaru, Xi Jinping memperingatkan Donald Trump soal penjualan senjata ke Taiwan, sembari membahas kesepakatan dagang kedelai.(White House)

PEMIMPIN Tiongkok, Xi Jinping, menegaskan isu Taiwan merupakan "masalah paling penting" dalam hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Hal ini disampaikan Xi dalam pembicaraan telepon dengan Presiden AS Donald Trump, di tengah upaya kedua negara mencari titik temu dalam berbagai perselisihan global.

Berdasarkan laporan media pemerintah Xinhua, Xi meminta Trump untuk bertindak "bijaksana" terkait pengiriman senjata ke Taiwan. Ia menekankan Beijing sangat mementingkan hubungan dengan Washington dan berharap kedua pihak dapat menyelesaikan perbedaan melalui dialog.

Di sisi lain, Presiden Trump menggambarkan percakapan tersebut sebagai diskusi yang "luar biasa, panjang, dan menyeluruh." Melalui unggahan di Truth Social, Trump juga mengungkapkan potensi kerja sama ekonomi baru, di mana Beijing mempertimbangkan untuk meningkatkan pembelian kedelai AS dari 12 juta ton menjadi 20 juta ton.

"Hubungan dengan Tiongkok, dan hubungan pribadi saya dengan Presiden Xi, sangat baik. Kami berdua menyadari betapa pentingnya menjaga hubungan ini tetap seperti itu," tulis Trump.

Peringatan Keras Soal Kedaulatan

Meski nada pembicaraan cenderung konstruktif, Xi tetap memberikan peringatan keras terkait kedaulatan wilayah. Ia menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayah Tiongkok dan Beijing wajib menjaga integritas teritorialnya.

"Amerika Serikat harus menangani masalah penjualan senjata ke Taiwan dengan penuh kebijaksanaan," tegas Xi.

Peringatan ini muncul setelah pemerintahan Trump mengumumkan penjualan senjata besar-besaran senilai US$11 miliar (sekitar Rp173 triliun) ke Taiwan pada Desember lalu. Paket tersebut mencakup peluncur roket canggih, howitzer, dan berbagai jenis rudal. Beijing menilai langkah tersebut dapat memicu situasi berbahaya di Selat Taiwan.

"Sama seperti Amerika Serikat yang memiliki kekhawatirannya sendiri, Tiongkok di pihaknya juga memiliki kekhawatiran," ujar Xi kepada Trump. "Jika kedua belah pihak bekerja ke arah yang sama dalam semangat kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan, kita pasti dapat menemukan cara untuk mengatasi kekhawatiran satu sama lain."

Agenda Diplomatik dan Geopolitik

Selain isu Taiwan dan perdagangan kedelai, kedua pemimpin juga membahas konflik Rusia di Ukraina, situasi di Iran, serta rencana Tiongkok untuk membeli minyak dan gas dari Amerika Serikat.

Pembicaraan ini dilakukan hanya beberapa jam setelah Xi melakukan pertemuan virtual dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memperkuat hubungan Beijing-Moskow. Di saat yang sama, sejumlah pemimpin Barat, termasuk PM Inggris Keir Starmer, juga terus berupaya memperbaiki hubungan ekonomi dengan Tiongkok.

Presiden Trump dijadwalkan akan melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok pada bulan April mendatang, sebuah perjalanan yang menurutnya "sangat dinanti-nantikan." (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik