Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Donald Trump Kritik Disleksia Gubernur Gavin Newsom, Sebut Presiden Tak Boleh Ada Gangguan Belajar

Thalatie K Yani
17/3/2026 11:05
Donald Trump Kritik Disleksia Gubernur Gavin Newsom, Sebut Presiden Tak Boleh Ada Gangguan Belajar
Presiden Donald Trump memicu kontroversi setelah menyerang disleksia Gubernur California Gavin Newsom. Trump menilai presiden tidak boleh memiliki gangguan belajar.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, memicu gelombang kritik setelah menyatakan pendapatnya seseorang dengan gangguan belajar tidak layak menduduki jabatan presiden. Pernyataan ini dilontarkan Trump sebagai bagian dari serangan verbal terbarunya terhadap Gubernur California, Gavin Newsom, terkait kondisi disleksia yang dideritanya.

Dalam sebuah sesi di Oval Office, Senin (16/3), Trump menyebut Newsom, yang sering digadang-gadang sebagai calon pesaing dari Partai Demokrat, sebagai orang yang "bodoh". Trump bahkan menggunakan julukan "Newscum" untuk mengejek sang gubernur.

"Jujur saja, saya mendukung orang-orang dengan gangguan belajar, tetapi bukan untuk menjadi presiden saya. Saya pikir seorang presiden tidak seharusnya memiliki gangguan belajar, oke? Dan saya tahu sangat kontroversial untuk mengatakan hal mengerikan seperti itu," ujar Trump kepada wartawan.

Saling Serang di Media Sosial

Serangan Trump tidak berhenti di sana. Melalui platform Truth Social, ia menuding Newsom memiliki "gangguan mental" dan menyebutnya sebagai "kekacauan kognitif".

Menanggapi ejekan tersebut, Gavin Newsom membalas dengan tajam melalui media sosial. Newsom menyebut Trump sebagai "orang tolol yang mati otak". Ia juga sempat menyindir kesalahan bicara Trump yang secara tidak sengaja menyebut Newsom sebagai "Presiden Amerika Serikat".

"TIDAK, TERIMA KASIH, KAMI PERCAYA PADA PEMILU YANG BEBAS!" tulis Newsom di platform X, merujuk pada kesalahan sebutan Trump tersebut.

Perseteruan ini memanas setelah bulan lalu Newsom berbicara jujur mengenai disleksia yang dideritanya dalam sebuah diskusi di Atlanta. Di hadapan audiens yang mayoritas warga kulit hitam, Newsom mengakui kesulitan membaca naskah pidato dan hasil ujiannya yang buruk di masa lalu. "Kalian tidak akan pernah melihat saya membaca pidato, karena saya tidak bisa membaca pidato," aku Newsom saat itu.

Kecaman dari Lembaga Nasional

Pernyataan Trump tersebut langsung mendapat kecaman keras dari National Center for Learning Disabilities (NCLD). CEO NCLD, Jackie Rodriguez, menyatakan bahwa pihaknya sangat terganggu dan mengutuk keras komentar sang presiden.

Rodriguez menegaskan bahwa disleksia sama sekali tidak merusak kecerdasan, penilaian, atau kemampuan seseorang untuk memimpin. "Faktanya, orang-orang dengan gangguan belajar telah naik ke eselon atas di setiap kantor publik di Amerika Serikat, termasuk mantan presiden," tegas Rodriguez kepada BBC.

Berdasarkan data medis, disleksia adalah kondisi belajar yang memengaruhi cara otak memproses bahasa tertulis. Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, kondisi ini memengaruhi sekitar 15% hingga 20% populasi Amerika Serikat (sekitar satu dari lima orang).

Beberapa peneliti bahkan mencatat bahwa sejumlah mantan Presiden AS, termasuk George Washington, John F. Kennedy, dan Woodrow Wilson, diduga kuat memiliki kondisi disleksia namun tetap mampu memimpin negara dengan sukses. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya