Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Perkuat Pertahanan Dekat Taiwan, Jepang Targetkan Pengerahan Rudal pada 2031

Thalatie K Yani
26/2/2026 05:15
Perkuat Pertahanan Dekat Taiwan, Jepang Targetkan Pengerahan Rudal pada 2031
Pulau Yonaguni(Japan Guide)

PEMERINTAH Jepang secara resmi mengumumkan jadwal pengerahan unit rudal darat-ke-udara ke Pulau Yonaguni, wilayah terpencil di ujung barat yang berbatasan langsung dengan Taiwan. Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, menyatakan bahwa pengerahan ini ditargetkan rampung pada tahun fiskal 2030 atau sebelum Maret 2031.

Langkah ini menandai pertama kalinya Tokyo menetapkan lini masa spesifik sejak rencana tersebut diumumkan pada 2022. Pulau Yonaguni sendiri memiliki posisi strategis, hanya berjarak 110 kilometer dari pantai Taiwan, sehingga menjadikannya sebagai garis depan pertahanan Jepang di wilayah tersebut.

Spesifikasi Alutsista dan Eskalasi Regional

Menteri Koizumi menjelaskan unit di Yonaguni akan dilengkapi dengan sistem rudal darat-ke-udara jarak menengah buatan Jepang yang mampu mencegat pesawat dan rudal musuh.

Sistem ini memiliki jangkauan sekitar 50 kilometer dengan kemampuan radar 360 derajat. Kecanggihannya memungkinkan pelacakan hingga 100 target secara bersamaan dan menyerang 12 sasaran sekaligus. Selain unit rudal, Jepang juga berencana mengoperasikan unit perang elektronik di pulau tersebut pada tahun fiskal 2026 untuk mengganggu komunikasi dan radar musuh.

"Waktu pengerahan unit rudal mungkin berubah tergantung pada kemajuan perbaikan fasilitas di masa depan, tetapi rencana saat ini adalah untuk tahun fiskal 2030," ujar Koizumi, Selasa (25/02).

Hubungan Tokyo-Beijing di Titik Terendah

Pengumuman ini muncul di tengah mendinginnya hubungan antara Tokyo dan Beijing. Ketegangan meningkat sejak Perdana Menteri Sanae Takaichi memberikan sinyal Jepang akan mengaktifkan pasukan bela diri jika terjadi serangan terhadap Taiwan.

Beijing merespons sikap tegas Tokyo dengan berbagai tekanan ekonomi dan diplomatik, mulai dari pembatasan ekspor logam tanah jarang (rare earth), pengendalian arus wisatawan, hingga pembatalan konser. Terbaru, Tiongkok memberlakukan pembatasan ekspor terhadap 20 perusahaan Jepang dengan alasan keamanan nasional.

Meskipun Tiongkok belum memberikan tanggapan resmi atas jadwal pengerahan rudal ini, Beijing sebelumnya telah melayangkan protes keras saat Koizumi mengunjungi Yonaguni November lalu.

"Jepang bergerak untuk menciptakan ketegangan regional dan memprovokasi konfrontasi militer," sebut pernyataan resmi Beijing kala itu.

Kemenangan telak PM Takaichi dalam pemilihan parlemen awal bulan ini dinilai memberikan ruang politik yang luas bagi Tokyo untuk melipatgandakan anggaran dan kapabilitas pertahanan nasional. Pengerahan rudal di Yonaguni menjadi bukti nyata bahwa Jepang kini lebih asertif dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas di wilayah perbatasan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya