Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Trump Minta PM Jepang tak Provokasi Tiongkok soal Taiwan

Thalatie K Yani
27/11/2025 11:52
Trump Minta PM Jepang tak Provokasi Tiongkok soal Taiwan
Presiden AS Donald Trump menasihati PM Jepang Sanae Takaichi agar tidak memicu ketegangan dengan Tiongkok terkait Taiwan.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyarankan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi agar tidak memprovokasi Tiongkok terkait isu kedaulatan Taiwan. Laporan ini disampaikan The Wall Street Journal (WSJ) pada Kamis, menyusul meningkatnya ketegangan diplomatik antara Tokyo dan Beijing.

Perselisihan antara dua ekonomi terbesar di Asia itu dipicu pernyataan Takaichi, yang menyebut Jepang dapat melakukan intervensi militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan. Pulau berpemerintahan sendiri yang diklaim Tiongkok sebagai bagian dari wilayahnya.

Menurut laporan WSJ, saran Trump disampaikan setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping menekan isu Taiwan dalam panggilan telepon dengan Trump pada Senin. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut Xi mengatakan pengembalian Taiwan merupakan “bagian integral dari tatanan internasional pascaperang”.

Tak lama setelah percakapan tersebut, Trump menghubungi Takaichi dan memberi nasihat agar ia tidak memancing Beijing terkait kedaulatan Taiwan. WSJ mengutip pejabat Jepang dan seorang sumber Amerika Serikat yang mengetahui isi pembicaraan tersebut. “Saran dari Trump itu halus, dan ia tidak menekan Takaichi untuk menarik kembali ucapannya,” tulis laporan itu.

Juru bicara kantor Perdana Menteri Takaichi menolak berkomentar saat dimintai tanggapan oleh AFP.

Beijing bereaksi keras atas pernyataan Takaichi. Tiongkok memanggil duta besar Jepang dan mengeluarkan imbauan agar warganya tidak bepergian ke Jepang. Pada Rabu, Kedutaan Besar Cina di Tokyo kembali mengingatkan warganya untuk berhati-hati, mengklaim adanya lonjakan kejahatan serta laporan warga yang “dihina, dipukul, dan dilukai tanpa alasan”.

Kementerian Luar Negeri Jepang membantah klaim tersebut. Mengutip data Badan Kepolisian Nasional, kementerian menegaskan bahwa dari Januari hingga Oktober tahun ini, jumlah kasus pembunuhan justru turun menjadi setengah dari periode yang sama pada 2024.

Dalam laporannya mengenai panggilan telepon dengan Trump, Takaichi menyebut keduanya membahas percakapan Trump dengan Xi serta hubungan bilateral. “Presiden Trump mengatakan kami adalah sahabat dekat, dan ia menawarkan bahwa saya bisa bebas menghubunginya kapan saja,” ujarnya.

Namun WSJ melaporkan bahwa pejabat Jepang menilai pesan Trump tersebut “mengkhawatirkan”. Laporan itu menambahkan, “Presiden tidak ingin gesekan terkait Taiwan membahayakan détente yang dicapai bulan lalu dengan Xi, yang mencakup janji untuk membeli lebih banyak produk pertanian dari petani Amerika yang terdampak perang dagang.” (AFP/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya