Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

AS Klaim Perang Lawan Iran Segera Berakhir

Ferdian Ananda Majni
16/3/2026 14:59
AS Klaim Perang Lawan Iran Segera Berakhir
Seorang perempuan melintasi Rumah Sakit Gandi yang rusak akibat serangan AS-Israel di Ibu Kota Iran, Teheran.(AFP)

PEJABAT Amerika Serikat (AS) menyatakan perang melawan Iran bersama Israel diperkirakan segera berakhir dalam hitungan minggu, meski Donald Trump masih mengancam serangan lanjutan dan Teheran menegaskan siap bertempur selama diperlukan

Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan indikator militer dan ekonomi menunjukkan perang tidak akan berlangsung lama.

"Konflik ini dipastikan akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, bahkan bisa lebih cepat dari itu. Kita akan melihat pemulihan pasokan dan penurunan harga setelahnya," kata Wright dalam program televisi This Week di ABC

Ia menilai salah satu tanda meredanya konflik adalah tekanan harga minyak global yang mulai stabil. Meski masih berada di kisaran US$100 per barel akibat penutupan Selat Hormuz, harga tidak melonjak lebih tinggi.

Trump sendiri menegaskan dominasi militer AS sebagai faktor utama yang akan mempercepat berakhirnya perang. Ia mengklaim serangan udara telah melumpuhkan infrastruktur penting Iran.

"Kami telah menghancurkan total sebagian besar Pulau Kharg. Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang," sebut Trump dikutip NBC News, Senin (16/3).

Respons Teheran

Prediksi Washington tersebut langsung ditolak oleh Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membantah klaim bahwa Iran tengah mencari jalan negosiasi.

"Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta negosiasi. Kami siap membela diri selama apa pun waktu yang dibutuhkan," tegas Araqchi dalam program Face the Nation di CBS.

Ia juga menolak narasi bahwa Iran berada dalam kondisi lemah. Menurutnya, situasi domestik tetap stabil dan tidak ada alasan bagi Teheran untuk berkompromi dengan Washington.

"Ini bukan perang demi kelangsungan hidup. Kami stabil dan cukup kuat. Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berbicara dengan orang Amerika, karena kami sedang berbicara dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami, dan itu adalah untuk kedua kalinya," jelasnya.

Koalisi Kapal Tanker Minyak

Di tengah sinyal berakhirnya konflik, AS juga dilaporkan tengah menyiapkan koalisi internasional untuk mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. 

Langkah ini bertujuan memastikan pasokan energi global kembali normal setelah permusuhan mereda.

Dari jalur diplomatik, Presiden Prancis Emmanuel Macron turut menyerukan stabilitas kawasan. Dalam komunikasi dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Macron menekankan pentingnya menghentikan serangan demi kelancaran perdagangan internasional.

"Saya mendesak restorasi kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan penghentian segera serangan terhadap negara-negara di wilayah tersebut, baik secara langsung maupun melalui proksi," tulis Macron di platform X.

Meski demikian, eskalasi di lapangan masih berlangsung. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangkaian rudal dan drone ke pangkalan militer AS.

Walau konflik belum mereda sepenuhnya, Washington tetap meyakini bahwa perang telah memasuki fase akhir dan berpotensi berakhir dalam waktu dekat. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya