Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Misi Penyelamatan Pilot AS di Iran Berhasil, Netanyahu Puji Kerja Sama Intelijen "Tak Tertandingi"

Thalatie K Yani
06/4/2026 08:05
Misi Penyelamatan Pilot AS di Iran Berhasil, Netanyahu Puji Kerja Sama Intelijen
PM Benjamin Netanyahu memberikan ucapan selamat kepada Donald Trump atas keberhasilan evakuasi pilot AS di Iran yang melibatkan pasukan elite Delta Force dan Navy SEAL.(Media Sosial X)

PERDANA Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengonfirmasi telah melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Percakapan itu guna memberikan ucapan selamat atas keberhasilan "misi Amerika yang dieksekusi dengan sempurna" dalam menyelamatkan seorang pilot AS yang terdampar di wilayah Iran.

Melalui unggahan di platform X, Netanyahu mengungkapkan rasa bangganya atas kemitraan strategis kedua negara.

“Presiden menyampaikan apresiasinya atas bantuan Israel. Saya sangat bangga bahwa kerja sama kita di dalam dan di luar medan perang belum pernah terjadi sebelumnya, dan bahwa Israel dapat berkontribusi dalam menyelamatkan seorang pejuang Amerika yang berani,” tulis Netanyahu.

Keterlibatan Pasukan Elite dan Dukungan Intelijen

Operasi penyelamatan ini melibatkan ratusan personel dari unit paling elit militer Amerika, termasuk Army Delta Force dan Navy SEAL Team Six. Berdasarkan ringkasan eksekutif operasi tersebut, perwira Angkatan Udara AS berpangkat Kolonel itu berhasil dievakuasi setelah dua hari operasi berisiko tinggi.

Sebelumnya, jet tempur F-15E Strike Eagle yang ia kendarai dari skuadron 48th Fighter Wing yang berbasis di Inggris, ditembak jatuh saat menjalankan misi malam hari di wilayah barat daya Iran. Pejabat senior militer mendeskripsikan upaya pemulihan ini sebagai salah satu misi pencarian dan penyelamatan tempur paling menantang karena medan yang sulit, pengejaran oleh pasukan Iran, hingga komplikasi pasca-evakuasi.

Sumber Israel menyebutkan bahwa pihaknya memberikan dukungan intelijen yang krusial bagi Amerika. Bahkan, Israel setuju untuk menunda beberapa rencana serangan udara ke Iran agar tidak mengganggu jalannya misi penyelamatan tersebut.

Ketegangan Meningkat di Irak

Di tengah keberhasilan misi tersebut, situasi keamanan di kawasan tetap membara. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS melaporkan adanya serangan baru dari milisi yang berafiliasi dengan Iran terhadap diplomat dan fasilitas AS di Irak.

Pemerintah AS mendesak Baghdad untuk segera mengambil tanggung jawab guna menghentikan serangan-serangan teroris yang menggunakan wilayah Irak sebagai titik peluncuran.

“Di tengah serangan teroris yang keterlaluan terhadap misi diplomatik kami, kami secara konsisten mendesak pemerintah Irak untuk segera memenuhi tanggung jawabnya guna menghentikan serangan terhadap fasilitas AS,” ujar juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.

Pihak AS menegaskan tidak akan ragu untuk membela personel dan fasilitas mereka jika pemerintah Irak tidak mampu memenuhi kewajibannya. Sebagai langkah tegas, Departemen Luar Negeri AS pekan lalu telah mengumumkan hadiah hingga US$3 juta (sekitar Rp53 miliar) bagi siapa saja yang memiliki informasi terkait serangan terhadap fasilitas diplomatik mereka di Irak. (CNN/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya