Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Trump Ancam Ratakan Infrastruktur Vital Iran Jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Thalatie K Yani
06/4/2026 05:08
Trump Ancam Ratakan Infrastruktur Vital Iran Jika Selat Hormuz Tak Dibuka
Ketegangan Timur Tengah memuncak. Presiden AS Donald Trump mengancam serangan besar-besaran ke Iran pada Selasa malam jika jalur pelayaran tidak segera dibuka.(White House)

PRESIDEN AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras berisi kata-kata makian untuk menghancurkan infrastruktur sipil vital Iran. Langkah ini diambil sebagai tekanan agar Teheran tunduk pada tuntutan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional dan mengakhiri perang di Timur Tengah.

Di tengah peringatan Paskah, Trump menghidupkan kembali peringatan serangan udara terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Ancaman ini muncul setelah ia merayakan keberhasilan penyelamatan seorang penerjun payung AS yang jet tempur F-15 miliknya jatuh di wilayah Iran.

Tenggat Waktu Selasa Malam

Dalam unggahan lanjutan yang singkat, Presiden AS tampaknya menetapkan tenggat waktu baru bagi Iran untuk patuh, yakni Selasa pukul 20.00 waktu setempat (00.00 GMT).

"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabungkan menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!" tegas Trump.

Pernyataan ini langsung memicu kecaman dari Teheran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh Trump hanya mengikuti perintah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. "Langkah sembrono Anda menyeret Amerika Serikat ke dalam NERAKA yang nyata bagi setiap keluarga, dan seluruh wilayah kami akan terbakar karena Anda bersikeras mengikuti perintah Netanyahu," balas Ghalibaf melalui media sosial.

Dampak Perang yang Meluas

Perang yang meletus pada 28 Februari lalu ini telah melumpuhkan ekonomi global. Harga energi dunia melonjak tajam setelah rudal-rudal Iran menghantam kota-kota Israel dan infrastruktur ekonomi di Teluk. Pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran menjadi titik nadir yang memicu kemarahan Trump.

"Buka Selatnya, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka," ancam Trump pada hari Minggu.

Operasi Penyelamatan di Wilayah Musuh

Di balik retorika perang, detail penyelamatan perwira sistem senjata AS yang jatuh di Iran mulai terungkap. Meski militer Iran mengeklaim telah menghancurkan empat pesawat AS dalam operasi tersebut, pihak Amerika berhasil membawa pulang pilot mereka menggunakan tiga pesawat angkut setelah sempat menghancurkan dua unit pesawat cadangan agar tidak jatuh ke tangan musuh.

Dunia Menyerukan Perdamaian

Sementara itu, sekutu Iran, Rusia, meminta Washington meninggalkan "bahasa ultimatum" dan kembali ke meja perundingan. Di Vatikan, Paus Leo XIV dalam berkat Paskahnya mendesak pihak-pihak yang berkuasa untuk memilih perdamaian dan mengkritik ketidakpedulian global terhadap "kematian ribuan orang."

Kini, dunia tertuju pada hari Selasa. Jika diplomasi gagal, ancaman Trump untuk mengubah infrastruktur Iran menjadi sasaran udara berisiko menyeret kawasan tersebut ke dalam konflik yang jauh lebih gelap. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya