Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras berisi kata-kata makian untuk menghancurkan infrastruktur sipil vital Iran. Langkah ini diambil sebagai tekanan agar Teheran tunduk pada tuntutan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional dan mengakhiri perang di Timur Tengah.
Di tengah peringatan Paskah, Trump menghidupkan kembali peringatan serangan udara terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Ancaman ini muncul setelah ia merayakan keberhasilan penyelamatan seorang penerjun payung AS yang jet tempur F-15 miliknya jatuh di wilayah Iran.
Dalam unggahan lanjutan yang singkat, Presiden AS tampaknya menetapkan tenggat waktu baru bagi Iran untuk patuh, yakni Selasa pukul 20.00 waktu setempat (00.00 GMT).
"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabungkan menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!" tegas Trump.
Pernyataan ini langsung memicu kecaman dari Teheran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh Trump hanya mengikuti perintah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. "Langkah sembrono Anda menyeret Amerika Serikat ke dalam NERAKA yang nyata bagi setiap keluarga, dan seluruh wilayah kami akan terbakar karena Anda bersikeras mengikuti perintah Netanyahu," balas Ghalibaf melalui media sosial.
Perang yang meletus pada 28 Februari lalu ini telah melumpuhkan ekonomi global. Harga energi dunia melonjak tajam setelah rudal-rudal Iran menghantam kota-kota Israel dan infrastruktur ekonomi di Teluk. Pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran menjadi titik nadir yang memicu kemarahan Trump.
"Buka Selatnya, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka," ancam Trump pada hari Minggu.
Di balik retorika perang, detail penyelamatan perwira sistem senjata AS yang jatuh di Iran mulai terungkap. Meski militer Iran mengeklaim telah menghancurkan empat pesawat AS dalam operasi tersebut, pihak Amerika berhasil membawa pulang pilot mereka menggunakan tiga pesawat angkut setelah sempat menghancurkan dua unit pesawat cadangan agar tidak jatuh ke tangan musuh.
Sementara itu, sekutu Iran, Rusia, meminta Washington meninggalkan "bahasa ultimatum" dan kembali ke meja perundingan. Di Vatikan, Paus Leo XIV dalam berkat Paskahnya mendesak pihak-pihak yang berkuasa untuk memilih perdamaian dan mengkritik ketidakpedulian global terhadap "kematian ribuan orang."
Kini, dunia tertuju pada hari Selasa. Jika diplomasi gagal, ancaman Trump untuk mengubah infrastruktur Iran menjadi sasaran udara berisiko menyeret kawasan tersebut ke dalam konflik yang jauh lebih gelap. (AFP/Z-2)
Militer AS dan CIA melakukan misi berisiko tinggi untuk mengekstraksi kru jet tempur F-15 yang jatuh di Iran.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat. RAF Inggris cegat drone Iran, sementara militer AS berhasil menyelamatkan dua personelnya dari wilayah Iran.
Ketegangan di Selat Hormuz berlanjut. Iran mengeklaim kontrol lalu lintas kapal, sementara Uni Emirat Arab siap dukung AS amankan jalur navigasi.
Pekan Suci di Yerusalem berlangsung sepi dan penuh pembatasan akibat konflik. Simak kisah warga Kristen Palestina yang bertahan di tengah tekanan dan ancaman eksodus.
Kantor Kepresidenan Turki membantah laporan mengenai pengiriman rudal anti-pesawat ke Iran. Ankara menyebut tuduhan keterlibatan dalam jatuhnya jet F-15 AS sebagai propaganda hitam.
Ketegangan di Selat Hormuz berlanjut. Iran mengeklaim kontrol lalu lintas kapal, sementara Uni Emirat Arab siap dukung AS amankan jalur navigasi.
PERDANA Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkap kisah di balik keberhasilan kapal tanker Malaysia melintasi Selat Hormuz.
Ketegangan memuncak! Iran tantang balik ultimatum 48 jam Donald Trump. Simak peringatan keras dari Komandan Khatam al-Anbiya terkait ancaman "pintu neraka"
Iran resmi bebaskan kapal Irak melintasi Selat Hormuz di tengah ancaman 48 jam dari Donald Trump. Simak dampak blokade terhadap harga minyak mentah dunia.
BERDASARKAN data yang dibagikan oleh MarineTraffic dan Kpler, tercatat ada 220 kapal melintasi Selat Hormuz yang dikuasai Iran. Disebutkan bahwa tidak ada penyebrangan kapal yang memuat LNG
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved