Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Iran Longgarkan Blokade, Kapal Irak Bebas Melintas di Selat Hormuz

Ferdian Ananda Majni
05/4/2026 13:41
Iran Longgarkan Blokade, Kapal Irak Bebas Melintas di Selat Hormuz
Ilustrasi: Citra satelit yang diambil oleh 2026 Planet Labs PBC pada 2 Maret 2026 ini menunjukkan asap mengepul dari sebuah kapal setelah ledakan di pelabuhan Bandar Abbas di sepanjang Selat Hormuz.(2026 Planet Labs PBC / AFP)

IRAN mengumumkan bahwa kapal-kapal dari Irak kini diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan. Kebijakan ini menjadi sinyal terbaru pelonggaran kontrol Teheran atas jalur vital distribusi energi global tersebut.

Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (4/4), Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa Irak dibebaskan dari seluruh pembatasan di selat tersebut. Pembatasan hanya akan diberlakukan terhadap negara-negara yang dianggap sebagai musuh.

"Kami sangat menghormati kedaulatan nasional Irak," demikian pernyataan komando militer Iran yang dikutip kantor berita Tasnim News Agency.

"Anda adalah bangsa yang menanggung luka pendudukan Amerika, dan perjuangan Anda melawan AS patut dipuji dan dikagumi," tambahnya

Kebijakan ini muncul di tengah tekanan dari Presiden Donald Trump yang kembali mendesak Iran untuk mencapai kesepakatan atau membuka akses Selat Hormuz. 

Dalam unggahan di media sosial, Trump memperingatkan bahwa neraka besar akan terjadi dalam waktu 48 jam apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Menanggapi hal itu, Markas Besar Khatam al-Anbiya menolak ultimatum tersebut dan menyebut ancaman Trump sebagai tindakan yang tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh.

Sejak perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari, Iran secara efektif memblokade Selat Hormuz. Jalur ini biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas pelayaran mulai menunjukkan peningkatan, meskipun masih jauh di bawah kondisi normal. 

Sistem pungutan tol yang diberlakukan Teheran memungkinkan sebagian kapal untuk melintas, namun volume lalu lintas tetap turun lebih dari 90% dibandingkan tingkat biasanya, berdasarkan data pelacakan kapal.

Menurut Lloyd’s List Intelligence, terdapat 53 pelayaran yang melintasi selat tersebut pada pekan lalu naik dari 36 pelayaran pada pekan sebelumnya.

Pada Jumat, sebuah kapal kontainer asal Prancis dan kapal tanker milik Jepang dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz. Ini menjadi pelayaran pertama yang terkait dengan negara-negara tersebut sejak pecahnya konflik.

Gangguan terhadap jalur pelayaran ini berdampak luas terhadap pasar energi global. Harga bahan bakar melonjak, sementara sejumlah negara mulai menerapkan kebijakan penghematan energi darurat.

Harga minyak mentah Brent, sebagai acuan internasional, bertahan di atas 109 dolar AS per barel dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah analis memperkirakan harga akan terus meningkat apabila Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali secara penuh.

Di sisi lain, produksi minyak Irak turut terdampak signifikan akibat konflik ini. Kementerian Perminyakan Irak melaporkan bahwa produksi turun menjadi 1,2 juta barel per hari dari sebelumnya 4,3 juta barel, seiring terbatasnya kapasitas penyimpanan akibat terhentinya ekspor melalui selat tersebut.

Sebagai informasi, Irak merupakan produsen minyak terbesar keenam di dunia pada 2023, dengan kontribusi sekitar 4% terhadap pasokan global, menurut data Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik