Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Inggris Cegat Drone Iran, AS Selamatkan Personel dari Wilayah Musuh

Thalatie K Yani
06/4/2026 05:16
Inggris Cegat Drone Iran, AS Selamatkan Personel dari Wilayah Musuh
Personel pencarian dan penyelamatan Israel bekerja di lokasi bangunan tempat tinggal yang hancur akibat serangan Iran di lingkungan Haifa pada 5 April 2026.(AFP)

SITUASI keamanan di Timur Tengah kian memanas. Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi Angkatan Udara Kerajaan (RAF) telah menjatuhkan "beberapa drone Iran" dalam operasi semalam.

Jet tempur Typhoon dan F-35 milik Inggris dilaporkan terus melanjutkan misi defensif di wilayah Mediterania Timur, Yordania, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA). Operasi ini didukung oleh pesawat pengisi bahan bakar Voyager serta helikopter Merlin dan Wildcat milik Angkatan Laut Kerajaan. Pihak kementerian menyatakan tindakan perlindungan pasukan di kawasan tersebut berada pada tingkat tertinggi sembari terus bekerja sama erat dengan para sekutu.

Penyelamatan Dramatis Personel AS

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi keberhasilan evakuasi dua warga negaranya setelah sebuah jet tempur jatuh pada Kamis lalu.

"Pada 4 April, pasukan AS berhasil menyelesaikan penyelamatan dua anggota layanan Amerika dari Iran setelah jet tempur F-15E mereka ditembak jatuh pada 2 April saat menjalankan misi tempur," bunyi pernyataan resmi CENTCOM.

Kedua personel tersebut ditemukan dengan selamat melalui misi pencarian dan penyelamatan terpisah. CENTCOM menegaskan bahwa serangan AS ke Iran akan terus berlanjut guna melumpuhkan kemampuan rezim Iran dalam memproyeksikan kekuatan di luar perbatasannya.

Minggu Paskah yang Berdarah di Libanon dan Israel

Di sisi lain, kekerasan meningkat di Libanon dan Israel, bertepatan dengan perayaan Minggu Paskah. Kementerian Kesehatan Libanon melaporkan sedikitnya 11 orang tewas akibat serangan udara Israel pada Minggu.

Di desa Kfarhata, Libanon Selatan, serangan udara menewaskan tujuh orang, termasuk seorang anak berusia empat tahun. Serangan lain di lingkungan Jnah, Beirut, merenggut empat nyawa dan melukai 39 orang lainnya. Serangan di Kfarhata terjadi tak lama setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk setempat.

Balasan datang dari pihak Iran. Sebuah rudal dilaporkan menghantam sebuah gedung tujuh lantai di Haifa, Israel. Dampak langsung rudal tersebut menyebabkan seorang pria berusia 82 tahun luka parah dan 24 orang lainnya luka ringan, termasuk bayi berusia 10 bulan.

Hingga malam hari, tim penyelamat masih mencari setidaknya tiga hingga empat orang yang dilaporkan hilang di reruntuhan gedung yang runtuh sebagian tersebut. Komandan polisi setempat, Boaz Smocha, menyatakan mereka yang hilang merupakan satu keluarga.

“Tidak ada seorang pun dari keluarga ini yang merespons. Kami sangat berharap bisa menemukan lokasi mereka,” ujar Smocha.

Juru bicara militer mengonfirmasi hantaman rudal terjadi hanya beberapa menit setelah peringatan militer dikeluarkan pada Minggu petang. Konflik ini kini tercatat sebagai salah satu periode paling mematikan sejak pertempuran pecah awal bulan lalu. (BBC/The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya