Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Geger Pembersihan di Pentagon, Pete Hegseth Pecat Kepala Staf hingga Kepala Korps Chaplain

Haufan Hasyim Salengke
03/4/2026 13:00
Geger Pembersihan di Pentagon, Pete Hegseth Pecat Kepala Staf hingga Kepala Korps Chaplain
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth (kiri) dan Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy George dalam suatu acara pada 2025 di Arlington, Virginia.(Kevin Dietsch/Getty Images)

MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, Kamis (2/4) waktu setempat, memecat Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George, serta Kepala Korps Chaplain Angkatan Darat, Mayor Jenderal William Green. Pencopotan tersebut disebut sebagai yang pertama kalinya dalam sejarah untuk posisi Kepala Chaplain.

Tiga pejabat pertahanan AS bahwa keputusan itu diambil di tengah perombakan jajaran senior Pentagon. Pada hari yang sama, Hegseth juga mencopot Jenderal David Hodne yang memimpin Army Transformation and Training Command.

Langkah ini mengejutkan banyak pihak karena dilakukan di tengah meningkatnya pengerahan pasukan AS ke Timur Tengah untuk menghadapi ancaman Iran.

Pentagon mengonfirmasi Jenderal George, yang seharusnya menjabat hingga 2027, akan segera pensiun dari posisinya sebagai Kepala Staf AD ke-41. Dalam pernyataannya, Pentagon menyampaikan apresiasi atas pengabdian panjang George.

“Kami berterima kasih atas dedikasi Jenderal George selama puluhan tahun kepada negara. Kami mendoakan yang terbaik untuk masa pensiunnya,” demikian pernyataan resmi Pentagon.

Menurut sumber yang dikutip CBS News, Hegseth menginginkan sosok baru yang sejalan dengan visi Presiden Donald Trump dan dirinya untuk Angkatan Darat AS. Seorang pejabat senior Departemen Pertahanan menyebut, “Kami berterima kasih atas pengabdiannya, tetapi sudah waktunya untuk perubahan kepemimpinan di Angkatan Darat.”

George sebelumnya dinominasikan oleh Presiden Joe Biden dan dikonfirmasi Senat pada 2023. Secara tradisional, Kepala Staf Angkatan Darat menjabat selama empat tahun, sehingga masa tugas George seharusnya berakhir pada 2027.

Pencopotan ini terjadi ketika militer AS meningkatkan kehadiran pasukannya di Timur Tengah dan melakukan operasi terhadap Iran. Ribuan prajurit dari Divisi Lintas Udara ke-82 juga dilaporkan mulai tiba di kawasan tersebut, sementara Angkatan Darat tetap menjadi cabang terbesar militer AS dengan sekitar 450 ribu personel aktif.

Hingga kini, Departemen Pertahanan tidak memberikan alasan resmi atas pencopotan tersebut. (B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya