Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Pesawat Tempur F-35 AS Lakukan Pendaratan Darurat, Diduga Terkena Tembakan Iran dalam Misi Tempur

Haufan Hasyim Salengke
20/3/2026 09:09
Pesawat Tempur F-35 AS Lakukan Pendaratan Darurat, Diduga Terkena Tembakan Iran dalam Misi Tempur
Foto file ini menunjukkan F-35 AS terbang di atas perairan teritorial Yunani pada 4 Oktober 2024.(Clement Mahoudeau/AFP/Getty Images/File)

SEBUAH jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat (AS) dilaporkan melakukan pendaratan darurat di sebuah pangkalan udara di Timur Tengah setelah diduga terkena tembakan dari pihak Iran. Insiden ini menandai pertama kalinya aset udara canggih AS berhasil disasar oleh lawan sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu.

Juru bicara Komando Pusat AS (Centom), Kapten Tim Hawkins, mengonfirmasi bahwa pesawat generasi kelima tersebut sedang melaksanakan "misi tempur di atas wilayah udara Iran" saat insiden terjadi. Meskipun mengalami kerusakan yang memaksanya mendarat darurat, pesawat dilaporkan berhasil mendarat dengan selamat.

"Pesawat mendarat dengan aman dan pilot berada dalam kondisi stabil. Insiden ini sedang dalam proses investigasi mendalam," ujar Hawkins dalam pernyataan resminya.

Kerugian di Tengah Klaim Kemenangan

Jet tempur F-35 merupakan salah satu aset militer paling mahal dengan biaya per unit mencapai lebih dari US$100 juta. Sejauh ini, baik AS maupun Israel secara aktif mengoperasikan armada F-35 untuk menembus pertahanan udara dalam konflik tersebut.

Meski demikian, ini bukan satu-satunya kehilangan pesawat yang dialami militer AS selama perang berlangsung. Sebelumnya, tiga jet tempur F-15 AS jatuh akibat salah sasaran oleh sistem pertahanan udara Kuwait (friendly fire). Selain itu, pekan lalu sebuah pesawat pengisi bahan bakar KC-135 Stratotanker jatuh di Irak yang menewaskan seluruh kru, meski militer AS menegaskan kecelakaan tersebut bukan karena tembakan musuh.

Di tengah investigasi insiden F-35, AS terus memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut. Pejabat AS mengonfirmasi bahwa Unit Ekspedisi Marinir ke-31 (31st MEU) dari Okinawa dan Tripoli Amphibious Ready Group tengah bergerak menuju lokasi. USS Tripoli pun dilaporkan telah terlihat melintasi perairan Singapura awal pekan ini.

Meskipun terdapat insiden F-35 ini, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengeklaim bahwa pihaknya tetap mendominasi medan perang. Ia menyatakan pada Kamis (19/3) pagi bahwa AS tengah "menang telak" dan mengeklaim sistem pertahanan udara Iran telah "dihancurkan" oleh serangan udara yang intens selama tiga pekan terakhir. (CNN/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik