Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

AS Geser Ribuan Marinir dan Kapal Serbu Amfibi dari Jepang ke Timur Tengah

Media Indonesia
14/3/2026 19:21
AS Geser Ribuan Marinir dan Kapal Serbu Amfibi dari Jepang ke Timur Tengah
ilustrasi(Anadolu)

MILITER Amerika Serikat mulai memindahkan setidaknya satu kapal serbu amfibi dan lebih dari 2.000 personel Marinir dari pangkalan di Jepang menuju Timur Tengah. Langkah besar ini diambil seiring berlanjutnya konfrontasi militer antara aliansi AS-Israel melawan Iran, Jumat.

Laporan dari Fox News menyebutkan bahwa kapal serbu USS Tripoli, yang bermarkas di Sasebo, Prefektur Nagasaki, diperkirakan akan tiba di lokasi tujuan dalam satu hingga dua minggu ke depan. Bersama dua kapal perang lainnya, Tripoli membentuk satu kesatuan Kelompok Siap Amfibi Marinir.

Selain armada kapal, militer AS juga mengirimkan Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang berbasis di Okinawa. Pengiriman ini menandai pergeseran kekuatan besar-besaran yang secara langsung memangkas jumlah personel AS di kawasan Indo-Pasifik.

Ketegangan ini tidak hanya memindahkan pasukan, tetapi juga perangkat pertahanan strategis. Washington Post dan media Korea Selatan melaporkan bahwa sebagian sistem pertahanan rudal yang awalnya disiagakan untuk menghalau ancaman Korea Utara, kini dipindahkan dari Korea Selatan menuju Timur Tengah.

Di tengah perang yang memasuki minggu ketiga, Presiden AS Donald Trump bersumpah untuk terus meningkatkan aksi militer terhadap Iran. Saat ditanya wartawan mengenai durasi operasi ini pada hari Jumat, Trump memberikan jawaban singkat:

"(Pengerahan) ini akan berlangsung selama diperlukan," ujar Trump.

Melalui media sosial, Trump juga mengeklaim bahwa pasukan AS telah "benar-benar menghancurkan" setiap target militer di Pulau Kharg, titik vital ekspor minyak mentah Iran. Namun, ia memberikan peringatan keras terkait infrastruktur energi dan jalur pelayaran global.

"Saya telah memilih untuk TIDAK menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu jalur pelayaran kapal yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini," tulis Trump.

Langkah Washington memindahkan aset tempur dari Teluk Persia ke Indo-Pasifik mulai memicu kekhawatiran keamanan nasional di kalangan sekutu Amerika di Asia. Pengurangan kekuatan di Pasifik terjadi tepat saat Iran meningkatkan intensitas serangannya di Selat Hormuz, jalur yang menjadi nadi bagi 20 persen pasokan minyak mentah dunia.

(Ant/Kyodo-OANA/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya