Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Turki Ancam Intervensi Militer di Irak Utara jika Milisi Kurdi Terlibat Perang Iran

Haufan Hasyim Salengke
30/3/2026 20:38
Turki Ancam Intervensi Militer di Irak Utara jika Milisi Kurdi Terlibat Perang Iran
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.(Hurriyet)

PEMERINTAH Turki memberi sinyal kuat akan melakukan intervensi militer di Irak utara apabila milisi Kurdi terlibat dalam pertempuran darat di wilayah Iran barat di tengah perang yang masih berlangsung.

Sumber-sumber Turki, seperti dikutip media setempat, menyebut peringatan tersebut ditujukan kepada Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan afiliasinya di Iran, Kurdistan Free Life Party (PJAK), demikian dikutip  Asharq Al-Awsat, Senin (30/3).

Ankara disebut tidak akan menerima penggunaan “organisasi teroris” dalam konflik, terutama jika kelompok tersebut diduga mendapat dukungan dari Israel.

Sejak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari lalu, Turki telah memperingatkan berbagai pihak agar tidak melibatkan milisi Kurdi dalam konflik tersebut.

Harian propemerintah Turkiye melaporkan Presiden Recep Tayyip Erdogan telah menyampaikan sikap itu secara langsung kepada Presiden AS Donald Trump melalui percakapan telepon tak lama setelah perang pecah.

Dalam komunikasi tersebut, Erdogan menegaskan pentingnya menjaga integritas teritorial negara-negara di kawasan dan menolak penggunaan kelompok bersenjata non-negara dalam serangan terhadap Iran.

Delegasi Kementerian Luar Negeri dan intelijen Turki juga disebut telah menyampaikan pesan kepada pejabat di Wilayah Kurdistan Irak bahwa Ankara dapat “bertindak seperti di Suriah” jika ancaman dinilai meningkat.

Sementara itu, pemimpin PKK yang dipenjara, Abdullah Ocalan, dilaporkan memperingatkan pimpinan kelompoknya di Pegunungan Qandil agar tidak “tertipu permainan Israel”. Sumber menyebut pesan tersebut turut memengaruhi dinamika internal kelompok itu.

Analis politik Turki, Murat Yetkin, menilai sikap Ankara juga berkaitan dengan pernyataan Trump yang memuji peran Turki selama konflik berlangsung.

Dalam sebuah pertemuan di Miami, Trump menyebut Turki “luar biasa” dan tetap berada dalam batas yang diminta Washington. Erdogan pada kesempatan terpisah menyebut Trump sebagai “pemimpin hebat”.

Menurut Yetkin, pernyataan itu mencerminkan apresiasi AS terhadap peran Turki dalam mencegah konfrontasi langsung antara Israel dan NATO.

Ia menambahkan, NATO dilaporkan telah mencegat rudal yang mengarah ke wilayah udara Turki, memperkuat pertahanan udara dengan sistem Patriot, serta meningkatkan koordinasi militer.

Yetkin berpendapat, setiap serangan terhadap Turki kemungkinan akan memicu respons NATO sebelum Ankara mengambil langkah unilateral, termasuk terhadap ancaman dari arah selatan dan timur.

Ia juga menilai Washington kemungkinan berupaya menjaga Turki agar tidak terlibat langsung dalam konflik dengan Israel yang berpotensi meluas menjadi krisis lebih besar di dalam aliansi. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya