Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDO Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengonfirmasi tewasnya enam tentara AS setelah pesawat pengisi bahan bakar KC-135 jatuh di wilayah udara Irak Barat pada Kamis (12/3). Meski investigasi masih berjalan, Pentagon menegaskan jatuhnya pesawat dalam misi Operation Epic Fury ini bukan disebabkan oleh serangan musuh maupun friendly fire.
Terpisah, Iran mengeklaim pesawat tanker itu jatuh akibat serangan langsung sistem pertahanan udara pasukan perlawanan di Irak.
Insiden ini menambah daftar kelam militer AS sejak dimulainya perang dengan Iran pada 28 Februari lalu, dengan total personel tewas mencapai 13 orang. Namun, jumlah ini memicu perdebatan setelah konferensi pers di Washington yang diwarnai ketidakpastian data.
Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, tampak ragu saat dicecar wartawan mengenai jumlah pasti korban jiwa dan lokasi kematian mereka. "Perang adalah neraka, perang adalah kekacauan," cetus Hegseth sebelum menyerahkan jawaban kepada Ketua Kepala Staf Gabungan, Dan Caine.
Caine menyebutkan korban berjatuhan di Kuwait, Yordania, hingga wilayah selatan akibat serangan drone (one-way attack strikes). Hegseth mengeklaim 90% personel yang terluka telah kembali bertugas, namun ia menolak merinci angka pasti antara killed in action (KIA) dan wounded in action (WIA), yang justru menambah spekulasi publik.
Kecurigaan mengenai jumlah korban yang lebih besar diperkuat oleh laporan Military Times. Fasilitas medis terbesar Pentagon di Jerman dikabarkan telah menangguhkan layanan pasien umum untuk fokus menangani luka tempur. Hal ini terjadi setelah 19 personel dievakuasi dari Arab Saudi ke Jerman akibat serangan pesawat nirawak.
Sementara itu, Institute for the Study of War (ISW) memberikan catatan kritis. Meski AS membantah pesawat KC-135 jatuh karena serangan, ISW mencatat adanya rangkaian serangan dari milisi yang didukung Iran terhadap pasukan AS di Irak pada periode yang sama. (MEE/B-3)
Pesawat KC-135 AS jatuh di Irak barat. Centom sebut murni kecelakaan teknis, sementara pihak Iran klaim akibat serangan sistem pertahanan udara Irak.
IRAK menghentikan seluruh operasi di pelabuhan minyaknya setelah serangan kapal tanker di kawasan Teluk Arab. Insiden tersebut menambah ketegangan di Selat Hormuz yang melibatkan Iran
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah drone menghantam fasilitas milik Amerika Serikat di Baghdad, Selasa (10/3) di tengah konflik Irak dan Iran
Eskalasi pecah di Timur Tengah setelah IRGC Iran meluncurkan operasi rudal masif. Drone sasar fasilitas AS di Irak, sementara negara-negara Teluk siaga penuh.
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menuduh Iran menembakkan rudal dari sekolah dan rumah sakit. Ia menegaskan AS tidak akan terjebak dalam perang tanpa akhir.
Gedung Putih mengonfirmasi Pentagon akan merilis laporan terkait serangan rudal di sekolah perempuan Iran Selatan.
Pentagon mengonfirmasi 140 tentara AS terluka selama 10 hari Operasi Epic Fury. Delapan personel dalam kondisi kritis dan tujuh lainnya dilaporkan gugur.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Presiden Donald Trump yang akan menentukan syarat menyerah bagi Iran di tengah penyelidikan serangan sekolah Minab.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengisyaratkan perang melawan Iran bisa memakan waktu hingga 8 minggu. AS klaim kuasai ruang udara dan lumpuhkan rudal Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved