Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Perang Iran-AS Memanas, Enam Tentara Amerika Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Irak

Haufan Hasyim Salengke
14/3/2026 05:50
Perang Iran-AS Memanas, Enam Tentara Amerika Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Irak
Pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS terlihat terparkir di landasan pacu bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, Israel, pada 25 Februari 2026.(Jack GUEZ/AFP)

KOMANDO Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengonfirmasi tewasnya enam tentara AS setelah pesawat pengisi bahan bakar KC-135 jatuh di wilayah udara Irak Barat pada Kamis (12/3). Meski investigasi masih berjalan, Pentagon menegaskan jatuhnya pesawat dalam misi Operation Epic Fury ini bukan disebabkan oleh serangan musuh maupun friendly fire.

Terpisah, Iran mengeklaim pesawat tanker itu jatuh akibat serangan langsung sistem pertahanan udara pasukan perlawanan di Irak. 

Insiden ini menambah daftar kelam militer AS sejak dimulainya perang dengan Iran pada 28 Februari lalu, dengan total personel tewas mencapai 13 orang. Namun, jumlah ini memicu perdebatan setelah konferensi pers di Washington yang diwarnai ketidakpastian data.

Kebingungan di Pentagon

Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, tampak ragu saat dicecar wartawan mengenai jumlah pasti korban jiwa dan lokasi kematian mereka. "Perang adalah neraka, perang adalah kekacauan," cetus Hegseth sebelum menyerahkan jawaban kepada Ketua Kepala Staf Gabungan, Dan Caine.

Caine menyebutkan korban berjatuhan di Kuwait, Yordania, hingga wilayah selatan akibat serangan drone (one-way attack strikes). Hegseth mengeklaim 90% personel yang terluka telah kembali bertugas, namun ia menolak merinci angka pasti antara killed in action (KIA) dan wounded in action (WIA), yang justru menambah spekulasi publik.

Rumah Sakit di Jerman Siaga Satu

Kecurigaan mengenai jumlah korban yang lebih besar diperkuat oleh laporan Military Times. Fasilitas medis terbesar Pentagon di Jerman dikabarkan telah menangguhkan layanan pasien umum untuk fokus menangani luka tempur. Hal ini terjadi setelah 19 personel dievakuasi dari Arab Saudi ke Jerman akibat serangan pesawat nirawak.

Sementara itu, Institute for the Study of War (ISW) memberikan catatan kritis. Meski AS membantah pesawat KC-135 jatuh karena serangan, ISW mencatat adanya rangkaian serangan dari milisi yang didukung Iran terhadap pasukan AS di Irak pada periode yang sama. (MEE/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya