Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Pentagon Ajukan Rp3.100 Triliun untuk Perang Iran, Trump Hadapi Tantangan Besar di Kongres

Thalatie K Yani
19/3/2026 08:36
Pentagon Ajukan Rp3.100 Triliun untuk Perang Iran, Trump Hadapi Tantangan Besar di Kongres
Pentagon meminta persetujuan Gedung Putih untuk anggaran perang di Iran senilai lebih dari US$200 miliar. Akankah Kongres meloloskan dana raksasa ini?(Britannica)

DEPARTEMEN Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan telah meminta persetujuan Gedung Putih untuk mengajukan anggaran tambahan kepada Kongres guna mendanai perang di Iran. Menurut laporan Washington Post yang mengutip sumber pejabat senior administrasi, nilai permintaan tersebut mencapai lebih dari US$200 miliar (sekitar Rp3.140 triliun).

Pengajuan dana dalam jumlah fantastis ini diprediksi akan memicu pertempuran politik besar di Kongres. Pasalnya, dukungan publik terhadap upaya perang ini masih tergolong rendah. Selain itu, kelompok Demokrat telah melontarkan kritik tajam terhadap langkah tersebut.

Di sisi lain, meskipun Partai Republik telah memberikan sinyal dukungan terhadap permintaan dana tambahan ini, mereka belum menyepakati strategi legislatif yang jelas. Mereka masih mencari jalan keluar untuk menembus ambang batas 60 suara di Senat agar anggaran tersebut dapat disahkan.

Ironi Janji Kampanye Donald Trump

Langkah ini dinilai kontradiktif dengan narasi politik yang dibangun Presiden Donald Trump selama masa kampanye. Sebelumnya, Trump berjanji untuk mengakhiri keterlibatan militer Amerika Serikat di luar negeri. Ia juga sering mengecam pemerintahan Biden terkait besarnya dana yang digelontorkan untuk mendukung Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia sejak 2022.

Sebagai perbandingan, hingga Desember lalu, Kongres telah menyetujui total anggaran sekitar US$188 miliar untuk perang di Ukraina. Angka ini didasarkan pada data dari Inspektur Jenderal Khusus AS untuk Operasi Atlantic Resolve.

Narasi dan Estimasi yang Dipertanyakan

Laporan Washington Post juga menyoroti bagaimana Trump berulang kali mengkritik pendahulunya karena membantu Ukraina mempertahankan wilayahnya. Namun, Trump kerap dituding melebih-lebihkan atau memberikan informasi yang tidak akurat mengenai total pengeluaran AS untuk Ukraina.

Strategi Trump yang menawarkan estimasi biaya yang sangat melambung tersebut diduga bertujuan untuk membuat biaya perang dengan Iran saat ini terlihat lebih kecil atau lebih efisien jika dibandingkan.

Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana Gedung Putih dan Kongres akan menyeimbangkan kebutuhan militer dengan tekanan politik domestik yang mulai memanas akibat pengajuan anggaran perang ini. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik