Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan telah meminta persetujuan Gedung Putih untuk mengajukan anggaran tambahan kepada Kongres guna mendanai perang di Iran. Menurut laporan Washington Post yang mengutip sumber pejabat senior administrasi, nilai permintaan tersebut mencapai lebih dari US$200 miliar (sekitar Rp3.140 triliun).
Pengajuan dana dalam jumlah fantastis ini diprediksi akan memicu pertempuran politik besar di Kongres. Pasalnya, dukungan publik terhadap upaya perang ini masih tergolong rendah. Selain itu, kelompok Demokrat telah melontarkan kritik tajam terhadap langkah tersebut.
Di sisi lain, meskipun Partai Republik telah memberikan sinyal dukungan terhadap permintaan dana tambahan ini, mereka belum menyepakati strategi legislatif yang jelas. Mereka masih mencari jalan keluar untuk menembus ambang batas 60 suara di Senat agar anggaran tersebut dapat disahkan.
Langkah ini dinilai kontradiktif dengan narasi politik yang dibangun Presiden Donald Trump selama masa kampanye. Sebelumnya, Trump berjanji untuk mengakhiri keterlibatan militer Amerika Serikat di luar negeri. Ia juga sering mengecam pemerintahan Biden terkait besarnya dana yang digelontorkan untuk mendukung Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia sejak 2022.
Sebagai perbandingan, hingga Desember lalu, Kongres telah menyetujui total anggaran sekitar US$188 miliar untuk perang di Ukraina. Angka ini didasarkan pada data dari Inspektur Jenderal Khusus AS untuk Operasi Atlantic Resolve.
Laporan Washington Post juga menyoroti bagaimana Trump berulang kali mengkritik pendahulunya karena membantu Ukraina mempertahankan wilayahnya. Namun, Trump kerap dituding melebih-lebihkan atau memberikan informasi yang tidak akurat mengenai total pengeluaran AS untuk Ukraina.
Strategi Trump yang menawarkan estimasi biaya yang sangat melambung tersebut diduga bertujuan untuk membuat biaya perang dengan Iran saat ini terlihat lebih kecil atau lebih efisien jika dibandingkan.
Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana Gedung Putih dan Kongres akan menyeimbangkan kebutuhan militer dengan tekanan politik domestik yang mulai memanas akibat pengajuan anggaran perang ini. (The Guardian/Z-2)
Pentagon ajukan dana Rp3.386 triliun untuk perang melawan Iran. Simak rincian biaya militer AS yang membengkak hingga dampak penutupan Selat Hormuz di sini.
Donald Trump sempat menuding Iran atas serangan maut di SD Minab. Padahal, investigasi mengungkap rudal tersebut adalah Tomahawk milik AS yang salah sasaran akibat data intelijen usang.
Enam tentara AS tewas setelah pesawat KC-135 jatuh di Irak. Pentagon tutup mulut soal detail korban KIA dan WIA di tengah eskalasi perang yang terus memakan korban.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menuduh Iran menembakkan rudal dari sekolah dan rumah sakit. Ia menegaskan AS tidak akan terjebak dalam perang tanpa akhir.
Gedung Putih mengonfirmasi Pentagon akan merilis laporan terkait serangan rudal di sekolah perempuan Iran Selatan.
Presiden AS Donald Trump resmi umumkan jadwal kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan pertama dalam 10 tahun ini sempat tertunda akibat krisis Selat Hormuz.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Donald Trump menyebut negosiator Iran takut dibunuh rakyatnya sendiri jika mengaku berunding dengan AS. Di sisi lain, Iran sebut negosiasi adalah kekalahan.
Iran bantah klaim Donald Trump soal negosiasi damai. Dugaan manipulasi pasar mencuat setelah adanya lonjakan trading mencurigakan sebelum klaim Trump di media sosial.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap adanya pesan dari AS melalui perantara. Di sisi lain, PBB peringatkan Lebanon jangan jadi 'Gaza kedua'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved