Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Fasilitas Gas Qatar Terbakar dan  Rudal Sasar Riyadh Usai Ancaman Iran

Thalatie K Yani
19/3/2026 03:05
Fasilitas Gas Qatar Terbakar dan  Rudal Sasar Riyadh Usai Ancaman Iran
Ketegangan di Teluk Persia memuncak. Ras Laffan Qatar dihantam rudal, sementara Arab Saudi cegat serangan drone dan rudal balistik menuju Riyadh.(BBC)

KAWASAN Teluk Persia berada dalam situasi genting setelah infrastruktur energi di Qatar dan Arab Saudi menjadi sasaran serangan udara pada Kamis (19/3/2026). Insiden ini terjadi sesaat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras terkait aksi militer di wilayah tersebut.

Di Qatar, kebakaran hebat dilaporkan terjadi di Kawasan Industri Ras Laffan, yang merupakan pusat pengolahan gas alam cair (LNG) sekaligus tulang punggung ekonomi negara tersebut. Kementerian Dalam Negeri Qatar melalui unggahan di platform X mengonfirmasi tim Pertahanan Sipil tengah berupaya memadamkan api. Pihak kementerian menyebut kebakaran itu terjadi “menyusul penargetan oleh Iran.”

Senada dengan hal tersebut, QatarEnergy memastikan fasilitas di Ras Laffan dihantam serangan rudal yang menyebabkan kerusakan signifikan. Meski demikian, perusahaan menyatakan seluruh personel telah dievakuasi dan dipastikan selamat.

“Serangan-serangan semacam ini merupakan eskalasi berbahaya, pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara, serta ancaman langsung terhadap keamanan nasional dan stabilitas kawasan,” tegas Kementerian Luar Negeri Qatar dalam pernyataan resminya.

Serangan Udara di Arab Saudi

Sementara itu, di negara tetangga, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan keberhasilan unit pertahanan udara mereka dalam mencegat empat rudal balistik yang meluncur ke arah ibu kota, Riyadh. Meski serpihan rudal jatuh di beberapa titik kota, laporan awal menunjukkan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang berarti.

Selain rudal balistik, militer Saudi juga menghancurkan dua unit drone. Salah satu drone dilaporkan diarahkan ke fasilitas gas di Provinsi Timur sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan di udara.

Dipicu Ancaman IRGC

Rangkaian serangan ini terjadi setelah IRGC memperingatkan musuh-musuh Iran untuk “menantikan tindakan kuat” dari angkatan bersenjata mereka. Teheran mengklaim langkah ini merupakan balasan atas serangan yang sebelumnya menyasar infrastruktur energi milik Iran, termasuk Ladang Gas South Pars, ladang gas alam terbesar di dunia.

Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik sabotase fasilitas minyak dan gas mereka. Sebagai antisipasi serangan lanjutan, IRGC bahkan telah menyerukan evakuasi personel dan warga sipil yang berada di dekat fasilitas minyak di Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Situasi ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik regional. Dengan ditariknya infrastruktur energi ke dalam medan pertempuran, risiko terhadap stabilitas pasar energi global kini berada pada level yang sangat mengkhawatirkan. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik