Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Qatar Perintahkan Evakuasi Massal di Doha Menyusul Serangan Misil

Media Indonesia
14/3/2026 19:12
Qatar Perintahkan Evakuasi Massal di Doha Menyusul Serangan Misil
eta wilayah Qatar.(Dok. Google Maps)

OTORITAS Qatar resmi mengeluarkan perintah evakuasi di sejumlah area di ibu kota Doha pada Jumat waktu setempat. Langkah darurat ini diambil menyusul serangan misil yang menghantam wilayah negara tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Qatar menyampaikan instruksi tersebut secara terbuka untuk meminimalkan risiko terhadap warga sipil.

"Kementerian Dalam Negeri mengumumkan bahwa pihak berwenang terkait sedang mengevakuasi sejumlah area tertentu sebagai tindakan pencegahan sementara, demi kepentingan keselamatan publik hingga ancaman mereda," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan di X.

Selain perintah evakuasi, kementerian mendesak masyarakat agar tidak terjebak kabar burung. Warga diminta sepenuhnya mengandalkan sumber informasi resmi serta mematuhi setiap instruksi yang dikeluarkan petugas di lapangan.

Situasi di Doha merupakan imbas dari ketegangan yang kian memanas di Timur Tengah. Iran dilaporkan telah menyerang wilayah Israel dan target militer Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Konflik ini telah memakan korban jiwa yang sangat besar. Pada hari pertama aksi militer:

  • Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan gugur dalam serangan.
  • Fasilitas Sipil, termasuk sebuah sekolah perempuan di Iran selatan, hancur dibom.
  • Korban Jiwa: Pihak Iran memperkirakan jumlah korban tewas kini telah melampaui 1.300 orang.

Pihak AS dan Israel awalnya mengeklaim bahwa serangan pendahuluan (preemptive strike) tersebut dilakukan untuk melumpuhkan ancaman dari program nuklir Iran. Namun, tak lama kemudian, kedua negara memperjelas agenda mereka yang sebenarnya: mendorong adanya perubahan kekuasaan di Iran.

(Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya