Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan terbaru terkait situasi militer di Iran dalam pidatonya di Hebron, Kentucky, Rabu waktu setempat. Meski sempat memberi sinyal perang mungkin segera berakhir karena habisnya target serangan, Trump justru menegaskan militer AS akan tetap bertahan untuk menuntaskan misi mereka.
"Kita tidak ingin pergi terlalu cepat, bukan? Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini, kan?" ujar Trump saat membahas operasi gabungan AS-Israel terhadap Iran di hadapan para pendukungnya.
Dalam pidato tersebut, Trump memuji habis-habisan kekuatan militer Amerika Serikat yang ia klaim sebagai yang terbaik di dunia. Ia menyatakan bahwa kekuatan militer yang ada saat ini merupakan hasil pembangunan besar-besaran selama masa jabatan presiden pertamanya.
"Saya tidak menyangka kita harus sering-sering memamerkannya," tambah Trump, merujuk pada intensitas keterlibatan militer dalam konflik di Iran. Menurutnya, tidak ada negara lain yang mampu menandingi kemampuan pertahanan dan serangan yang dimiliki Amerika Serikat saat ini.
Trump secara spesifik menyoroti keberhasilan operasi militer bertajuk Operation Epic Fury. Ia mengklaim bahwa Angkatan Laut dan Angkatan Udara Iran telah dihancurkan hanya dalam hitungan jam.
"Kita menang," seru sang presiden. "Dalam jam pertama, semuanya sudah berakhir."
Trump memaparkan data mengenai kerugian di pihak Iran, meski terdapat inkonsistensi dalam jumlah yang disebutkan. Awalnya, ia menyatakan militer AS telah melumpuhkan 54 kapal Iran dalam dua hari, namun beberapa saat kemudian ia mengubah angka tersebut menjadi 58 kapal.
Hingga saat ini, angka-angka yang disebutkan Trump tersebut belum pernah dirilis secara resmi sebelumnya dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga.
Selain aspek militer, Trump juga menjanjikan dampak ekonomi positif dari Operation Epic Fury. Ia mengklaim keberhasilan operasi ini akan membawa perubahan signifikan pada pasar energi global.
"Operation Epic Fury akan secara substansial menurunkan harga minyak dan mengurangi ancaman terhadap dunia," tegasnya.
Menutup pidatonya, Trump memberikan pernyataan keras mengenai dampak serangan tersebut terhadap kedaulatan Iran. "Militer kita secara virtual telah menghancurkan Iran," pungkasnya. (AFP/BBC/Z-2)
Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) R. Haidar Alwi menilai Amerika Serikat mengalami kekalahan strategis dalam konflik terbaru dengan Iran.
ANGGOTA Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi Partai Golkar Gandung Pardiman mendorong Pemerintah agar mengantisipasi terhadap eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
PAKAR energi dari Universitas Padjajaran (Unpad), Yayan Satyakti, menilai harga minyak dunia masih berpotensi melonjak hingga mencapai US$130 per barel.
IRAN menyatakan tidak akan membiarkan Amerika Serikat, Israel, maupun negara sekutunya menerima pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah selama konflik masih berlangsung.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney meminta G7 melepas cadangan minyak strategis untuk meredam lonjakan harga akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz.
Internal militer AS bergejolak setelah prajurit tolak penugasan ke Iran akibat tragedi sekolah Minab. Isu wajib militer mencuat menyusul mobilisasi besar-besaran.
Militer AS kembali melancarkan serangan udara terhadap kapal yang diduga terlibat jaringan narkoba di Pasifik Timur.
Ratusan tentara AS protes setelah komandan sebut perang Iran adalah nubuat Armagedon dan Donald Trump diurapi Yesus. Simak laporan lengkap MRFF di sini.
Presiden AS Donald Trump klaim sembilan kapal perang Iran tenggelam. CENTCOM bantah serangan terhadap USS Abraham Lincoln. Militer AS melancarkan serangan besar-besaran di Iran.
Beberapa pesawat tempur AS jatuh di Kuwait utara pada Senin pagi. Kemenhan Kuwait pastikan seluruh kru selamat dan evakuasi medis telah dilakukan. Investigasi dimulai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved