Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Senator AS Lindsey Graham Ancam Arab Saudi akibat Tolak Perang Iran

Haufan Hasyim Salengke
10/3/2026 09:28
Senator AS Lindsey Graham Ancam Arab Saudi akibat Tolak Perang Iran
Senator Partai Republik Lindsey Graham berbicara kepada pers di Gedung Capitol AS di Washington, DC, pada 3 Maret 2026.(Jim Watson/AFP)

SENATOR Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham mengecam Arab Saudi, Senin (9/3), karena tidak menyerang Iran dan mengancam konsekuensi terhadap negara-negara Teluk lainnya jika mereka tidak bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran. Riyadh dan sejumlah negara teluk sejak awal menentang perang tersebut.

“Menurut pemahaman saya, Kerajaan (Saudi) menolak untuk menggunakan militer mereka yang mumpuni sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri rezim Iran yang biadab dan teroris yang telah meneror kawasan dan membunuh 7 warga Amerika,” tulis Graham di X.

“Haruskah Amerika membuat perjanjian pertahanan dengan negara seperti Kerajaan Arab Saudi yang tidak mau bergabung dalam pertempuran yang saling menguntungkan?” tambahnya.

Unggahan Graham secara efektif mengkonfirmasi apa yang sebelumnya dikatakan seorang pejabat AS kepada Middle East Eye (MEE): bahwa Riyadh telah mencegah AS mengakses pangkalan-pangkalan militernya untuk operasi ofensif.

Komando Pusat AS (Centom) mengatakan pada Senin bahwa seorang tentara AS ketujuh tewas akibat luka yang dideritanya pada 1 Maret dalam serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Saudi.

Graham secara agresif melobi untuk perang melawan Iran, yang dimulai pada 28 Februari. MEE mengungkapkan bahwa perjalanannya ke Saudi bulan lalu merupakan upaya untuk membujuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman agar mendukung serangan tersebut. Graham mengkonfirmasi tujuan kunjungannya kepada The Wall Street Journal pada akhir pekan.

Pernyataan Graham secara luas dipandang oleh para analis sebagai tindakan yang memperburuk situasi. Negara-negara Teluk mengeluh bahwa mereka tidak menerima rudal pencegat dari AS, dan para pejabat di kawasan itu marah atas apa yang mereka anggap sebagai pengabaian kekhawatiran keamanan mereka oleh pemerintahan Trump.

Duta Besar Emirat Arab untuk PBB mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa negara Teluk itu tidak akan berpartisipasi dalam operasi ofensif terhadap Iran meskipun menjadi salah satu negara yang paling terdampak dan mitra yang relatif dekat dengan Israel.

"Kami adalah salah satu negara yang terus-menerus menyerukan perlunya negosiasi, perlunya diplomasi, perlunya deeskalasi," kata Jamal al-Musharakh di Jenewa.

“Dan kami terus-menerus menginformasikan bahwa wilayah kami tidak akan digunakan untuk serangan apa pun terhadap Iran. Namun sejujurnya, kami menjadi sasaran dengan cara yang sangat tidak beralasan.”

Saudi dan negara-negara Teluk lainnya sejak awal berusaha melobi Presiden AS Donald Trump untuk tidak melancarkan perang terhadap Iran karena mereka takut akan serangan yang kini terjadi terhadap kerajaan mereka yang kaya energi. (B-3)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya