Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SENATOR Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham mengecam Arab Saudi, Senin (9/3), karena tidak menyerang Iran dan mengancam konsekuensi terhadap negara-negara Teluk lainnya jika mereka tidak bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran. Riyadh dan sejumlah negara teluk sejak awal menentang perang tersebut.
“Menurut pemahaman saya, Kerajaan (Saudi) menolak untuk menggunakan militer mereka yang mumpuni sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri rezim Iran yang biadab dan teroris yang telah meneror kawasan dan membunuh 7 warga Amerika,” tulis Graham di X.
“Haruskah Amerika membuat perjanjian pertahanan dengan negara seperti Kerajaan Arab Saudi yang tidak mau bergabung dalam pertempuran yang saling menguntungkan?” tambahnya.
Unggahan Graham secara efektif mengkonfirmasi apa yang sebelumnya dikatakan seorang pejabat AS kepada Middle East Eye (MEE): bahwa Riyadh telah mencegah AS mengakses pangkalan-pangkalan militernya untuk operasi ofensif.
Komando Pusat AS (Centom) mengatakan pada Senin bahwa seorang tentara AS ketujuh tewas akibat luka yang dideritanya pada 1 Maret dalam serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Saudi.
Graham secara agresif melobi untuk perang melawan Iran, yang dimulai pada 28 Februari. MEE mengungkapkan bahwa perjalanannya ke Saudi bulan lalu merupakan upaya untuk membujuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman agar mendukung serangan tersebut. Graham mengkonfirmasi tujuan kunjungannya kepada The Wall Street Journal pada akhir pekan.
Pernyataan Graham secara luas dipandang oleh para analis sebagai tindakan yang memperburuk situasi. Negara-negara Teluk mengeluh bahwa mereka tidak menerima rudal pencegat dari AS, dan para pejabat di kawasan itu marah atas apa yang mereka anggap sebagai pengabaian kekhawatiran keamanan mereka oleh pemerintahan Trump.
Duta Besar Emirat Arab untuk PBB mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa negara Teluk itu tidak akan berpartisipasi dalam operasi ofensif terhadap Iran meskipun menjadi salah satu negara yang paling terdampak dan mitra yang relatif dekat dengan Israel.
"Kami adalah salah satu negara yang terus-menerus menyerukan perlunya negosiasi, perlunya diplomasi, perlunya deeskalasi," kata Jamal al-Musharakh di Jenewa.
“Dan kami terus-menerus menginformasikan bahwa wilayah kami tidak akan digunakan untuk serangan apa pun terhadap Iran. Namun sejujurnya, kami menjadi sasaran dengan cara yang sangat tidak beralasan.”
Saudi dan negara-negara Teluk lainnya sejak awal berusaha melobi Presiden AS Donald Trump untuk tidak melancarkan perang terhadap Iran karena mereka takut akan serangan yang kini terjadi terhadap kerajaan mereka yang kaya energi. (B-3)
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya atas keputusan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang secara bulat mengadopsi resolusi terkait dampak serangan Iran
Putra Mahkota Saudi MBS dilaporkan melobi Donald Trump untuk melanjutkan perang dan menggulingkan rezim Iran di tengah konflik Timur Tengah 2026 yang memanas.
Pangeran MBS dikabarkan mendesak Donald Trump untuk terus menggempur Iran demi stabilitas Teluk dan ekonomi. Simak analisis lengkap persaingan Riyadh vs Teheran.
Arab Saudi izinkan AS gunakan pangkalan King Fahd untuk serang Iran. Simak kronologi pergeseran sikap Riyadh dan tawaran damai Pakistan di sini.
IRAN mengklaim telah melancarkan serangan udara yang menargetkan aset militer Amerika Serikat Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi dan Bahrain.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Donald Trump pertimbangkan AS keluar dari NATO setelah sekutu tolak amankan Selat Hormuz. Ia tegaskan militer AS tidak butuh bantuan siapa pun dalam konflik Iran.
Menlu Tiongkok Wang Yi kecam perang di Timur Tengah dan desak AS kelola hubungan bilateral. Beijing tegaskan aliansi dengan Rusia tetap kokoh di tengah krisis global.
Militer Israel memobilisasi 100.000 tentara cadangan dalam Operasi “Roaring Lion” terhadap Iran. Serangan di Gaza menewaskan warga dan melukai puluhan lainnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan setuju dengan AS soal program nuklir Iran, namun peringatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
Raja Yordania Abdullah II menyopiri Presiden Prabowo dari Istana Basman ke Lanud Marka, diiringi atraksi flypast F16, usai pertemuan bilateral yang membahas isu Palestina di Amman, Yordania.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved