Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Jemaah Umrah Diminta Menunda Sementara Keberangkatan

Nurul Hidayah    
04/3/2026 17:13
Jemaah Umrah Diminta Menunda Sementara Keberangkatan
Ilustrasi(ANTARA)

MASYARAKAT diimbau untuk sementara menunda keberangkatan umrah. Puluhan ribu jemaah asal Indonesia juga hingga kini masih tertahan di Arab Saudi

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina, saat berada di Cirebon, Selasa (3/3) malam.  “Yang paling terpenting adalah menghimbau kepada para jemaah umrah di Indonesia untuk menunggu atau menahan diri agar tidak melakukan pemberangkatan ibadah umrah selama kondisi di Timur Tengah masih belum aman,” tutur Selly. 

Selly pun menekankan agar pemerintah memberikan perhatian serius kepada jemaah umrah mandiri yang berpotensi tidak terdata secara menyeluruh oleh pemerintah. “Yang harus diawasi itu adalah keberadaan jemaah umrah mandiri, di mana mereka bisa saja melaksanakan kepulangan tidak menggunakan pesawat direct ke Indonesia, tetapi melalui negara-negara transit,” tutur Selly. 

Ini berarti  koordinasi dengan negara transit menjadi krusial, terutama jika negara tersebut terdampak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. “Pemerintah harus berkoordinasi dengan negara-negara transit tersebut yang memang sedang menghadapi konflik di Timur Tengah,” tutur Selly. 

Selanjutnya Selly juga memberikan perhatian serius terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau travel nakal yang menelantarkan jemaah di Arab Saudi. Mereka ini seringkali menelantarkan jemaah umrah di sana. Untuk itu Selly menekankan agar  Kementerian Haji harus melakukan sweeping terhadap para jemaah yang ada di sana dan bekerja sama dengan KUH atau Kantor Urusan Haji yang ada di Arab Saudi, juga KJRI dan Konjen yang ada di sana. 

Sedangkan untuk pelaksanaan ibadah haji, lanjut Selly, persiapannya hingga kini masih tetap berjalan. Dijadwalkan pemberangkatan tahap awal pada 21 April 2026. “Namun keputusan final tetap menunggu kepastian dari Pemerintah Arab Saudi. Jangan sampai nanti justru kita membuat satu kesimpulan yang akan merugikan semua, baik itu Pemerintah Indonesia atau jemaah yang memang sudah kita rencanakan secara matang,” tutur Selly. 

Menyinggung keberadaan jemaah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi, Selly mengungkapkan tadinya berjumlah 58 ribu orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 6 ribu orang sudah dipulangkan ke tanah air. 

Namun Selly pun mengakui bahwa ada selisih data terkait jumlah jemaah Indonesia di Arab Saudi. Berdasarkan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jumlah jemaah yang tersisa tercatat 48.000 orang. Selisih tersebut kemungkinan berasal dari jemaah umrah mandiri yang tidak melapor atau menggunakan maskapai asing dengan rute transit. “Nah, selisih data inilah yang harus kita perbaiki. Karena kalau di awal itu kan 58.000, kalau sudah dipulangkan 6.000 harusnya 52.000. Nah, sisanya ini ke mana?” tanya Selly. 

Selly menduga selisih tersebut berasal dari jemaah umrah mandiri yang tidak melapor atau menggunakan maskapai asing dengan rute transit. “Bisa saja mereka menggunakan Korean Air, Malaysia Airlines atau Philippine Airlines yang transitnya justru ke negara lain baru sampai ke Indonesia. Nah, itu juga yang harus didata oleh pihak Imigrasi Indonesia,” tutur Selly. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya