Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Iran Tuduh Israel Dalang Serangan Drone di Arab Saudi dan Oman

Wisnu Arto Subari
05/3/2026 14:00
Iran Tuduh Israel Dalang Serangan Drone di Arab Saudi dan Oman
Misil Iran.(Al Jazeera)

PARA pejabat Iran menuduh Israel melakukan beberapa serangan pesawat tak berawak terhadap situs energi dan sipil di Teluk Arab. Mereka menyebut serangan tersebut sebagai upaya terencana untuk memicu kemarahan regional dan menyeret negara-negara Arab ke dalam perang melawan Teheran.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Israel berada di balik beberapa serangan pesawat tak berawak terhadap Arab Saudi dan mengeklaim bahwa mereka juga bertanggung jawab atas setidaknya satu serangan terhadap Oman.

"Saya dapat dengan tegas mengatakan bahwa beberapa serangan tidak dilakukan oleh kami (Iran)," kata pejabat tersebut yang meminta namanya dirahasiakan.

Pejabat tersebut menolak untuk menyebutkan serangan yang menjadi tanggung jawab Israel, tetapi Arab Saudi telah diserang setidaknya lima kali oleh pesawat tak berawak dan rudal. Pangkalan Udara Pangeran Sultan, kilang minyak Ras Tanura, dan kedutaan besar AS di Riyadh termasuk di antara fasilitas yang menjadi sasaran.

Pelabuhan Duqm di Oman juga menjadi sasaran dua kali. Ini lokasi luas yang diakses secara teratur oleh Angkatan Laut AS sejak 2019.

Dua sumber Iran lain mengatakan kepada MEE bahwa badan intelijen luar negeri Israel, Mossad, telah melakukan beberapa serangan drone. Mereka menambahkan bahwa Republik Islam mendeteksi aktivitas mereka di wilayah Iran.

Sumber Iran lain mengatakan kepada MEE bahwa di tengah serangan terbaru, Iran membuat pernyataan yang jelas kepada Arab Saudi bahwa mereka tidak berada di balik serangan terhadap Ras Tanura milik Saudi Aramco. Ini merupakan lokasi kilang domestik terbesar kerajaan dan terminal ekspor minyak mentah utama.

"Ini upaya Israel untuk menyabotase perdamaian regional dan aliansi antarnegara tetangga," tambah sumber tersebut.

Sumber-sumber tersebut berbicara dengan syarat anonim, karena mereka tidak berwenang untuk berbicara dengan media. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya