Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INVESTIGASI khusus yang dilakukan Al Jazeera melalui program The Rest of the Story berhasil mendokumentasikan fenomena mengerikan di Jalur Gaza. Sekitar 2.842 warga Palestina dilaporkan hilang dan diklasifikasikan sebagai menguap sejak serangan militer Israel dimulai.
Laporan yang ditayangkan pada Senin (9/2/2026) itu mengaitkan hilangnya ribuan nyawa tersebut dengan penggunaan senjata bersuhu sangat tinggi yang mampu menguapkan jaringan tubuh manusia.
Angka 2.842 warga yang menguap didasarkan pada dokumentasi lapangan yang dihimpun tim Pertahanan Sipil Gaza. Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengungkapkan bahwa tim penyelamat menggunakan metode eliminasi di lokasi serangan.
"Jika satu keluarga memberi tahu kami ada lima orang di dalam bangunan dan kami hanya menemukan tiga jenazah utuh setelah pencarian menyeluruh, dua sisanya diklasifikasikan sebagai 'menguap'," ujar Basal. Klasifikasi ini hanya diambil setelah tim tidak menemukan sisa tubuh yang dapat diidentifikasi di bawah reruntuhan, rumah sakit, maupun kamar jenazah, melainkan hanya jejak biologis seperti fragmen kecil kulit atau percikan darah.
Investigasi Al Jazeera mengidentifikasi sejumlah amunisi canggih, mayoritas buatan Amerika Serikat, yang digunakan dalam serangan di permukiman warga dan sekolah pengungsian. Berikut rincian amunisi tersebut:
| Jenis Amunisi | Karakteristik & Dampak |
|---|---|
| MK-84 "Hammer" | Bom seberat 900 kg berisi tritonal; menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celsius. |
| BLU-109 | Penghancur bunker dengan sumbu tunda; menciptakan bola api besar di ruang tertutup. |
| GBU-39 | Bom presisi yang menghancurkan organ dalam melalui gelombang tekanan dan panas ekstrem. |
Pakar militer Rusia, Vasily Fatigarov, menjelaskan bahwa senjata termobarik menyebarkan awan bahan bakar yang menyulut bola api raksasa. Penambahan bubuk aluminium, magnesium, dan titanium meningkatkan suhu ledakan hingga mencapai 3.000 derajat Celsius.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Dr. Munir al-Bursh, memberikan penjelasan medis yang rasional tetapi memilukan. Ia menekankan bahwa 80 persen tubuh manusia terdiri dari air.
"Ketika tubuh terpapar energi lebih dari 3.000 derajat disertai tekanan dan oksidasi masif, cairan tubuh langsung mendidih. Jaringan menguap dan berubah menjadi abu. Secara kimiawi, hal itu tak terhindarkan," jelas al-Bursh.
Kesaksian warga seperti Yasmin Mahani memperkuat temuan ini. Saat mencari putranya, Saad, di reruntuhan Sekolah al-Tabin, ia hanya menemukan genangan darah dan potongan daging tanpa ada jenazah utuh yang bisa dimakamkan secara layak.
Pakar hukum internasional menilai penggunaan senjata ini sebagai pelanggaran berat. Diana Buttu dari Georgetown University menyebut fenomena ini sebagai genosida global karena keterlibatan pemasok senjata asing yang tetap mengirimkan amunisi meski mengetahui senjata tersebut tidak dapat membedakan antara kombatan dan anak-anak.
Padahal, Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan perintah pada Januari 2024 agar Israel mencegah tindakan genosida. Selain itu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu pada November 2024. Namun, bagi keluarga korban seperti Rafiq Badran yang kehilangan empat anaknya, definisi hukum tersebut tidak mampu mengembalikan anggota keluarga mereka yang hilang tanpa jejak.
1. Apa itu senjata termobarik yang digunakan di Gaza?
Senjata termobarik atau bom vakum adalah amunisi yang menggunakan oksigen dari udara sekitar untuk menghasilkan ledakan bersuhu tinggi dan gelombang tekanan yang sangat kuat.
2. Mengapa jenazah korban di Gaza tidak ditemukan?
Menurut investigasi Al Jazeera, suhu ledakan yang mencapai 3.000 derajat Celsius menyebabkan jaringan tubuh manusia menguap dan berubah menjadi abu secara kimiawi.
3. Siapa yang memasok senjata MK-84 dan GBU-39 ke Israel?
Laporan menyebutkan bahwa amunisi seperti MK-84, BLU-109, dan GBU-39 merupakan senjata buatan Amerika Serikat yang dikirimkan secara berkelanjutan ke Israel. (Ant/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved