Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Inggris dan AS Intensif Bahas Pembukaan Selat Hormuz demi Stabilkan Pasokan Minyak Global

Thalatie K Yani
16/3/2026 04:07
Inggris dan AS Intensif Bahas Pembukaan Selat Hormuz demi Stabilkan Pasokan Minyak Global
Selat Hormuz(AFP)

PERDANA Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, telah melakukan pembicaraan serius dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai urgensi pembukaan kembali Selat Hormuz. Langkah ini diambil guna menghentikan gangguan signifikan pada pelayaran global yang telah memicu lonjakan biaya di seluruh dunia.

Kantor PM Inggris, Downing Street, menyatakan kedua pemimpin tersebut sepakat mengenai pentingnya menormalisasi jalur pelayaran vital tersebut. "Perdana menteri dan Trump membahas situasi yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan pentingnya membuka kembali Selat Hormuz untuk mengakhiri gangguan pada pengiriman global, yang mendorong kenaikan biaya di seluruh dunia," ujar juru bicara Downing Street.

Jalur Vital yang Terlumpuh

Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak global. Sejak konflik antara AS-Israel melawan Iran meletus pada 28 Februari lalu, jalur ini praktis tertutup. Penutupan ini memberikan dampak katastrofik pada rantai pasok global dan harga energi. Harga minyak mentah sempat melonjak dari US$71 ke angka tertinggi hampir US$120 per barel pada Senin lalu.

Menteri Energi Inggris, Ed Miliband, menegaskan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan segala opsi untuk membantu pembukaan kembali selat tersebut.

"Anda dapat yakin bahwa segala opsi yang dapat membantu pembukaan kembali selat sedang dipertimbangkan bersama sekutu kami," kata Miliband kepada BBC. Ia juga menambahkan bahwa kontribusi Inggris bisa mencakup penggunaan drone pemburu ranjau.

Ketegangan Politik dan Ancaman Keamanan

Kondisi di lapangan tetap mencekam. Laporan menyebutkan sedikitnya 16 kapal, termasuk beberapa tanker, telah diserang di dekat jalur pelayaran tersebut. Muncul pula kekhawatiran bahwa Iran telah memasang ranjau laut untuk menghalangi navigasi.

Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan akan terus memblokade selat tersebut sebagai alat tekanan politik dan ekonomi terhadap AS. Namun, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan pernyataan sedikit berbeda dengan mengeklaim selat tetap terbuka bagi kapal yang bukan milik "musuh" Iran.

Perbedaan Pandangan Domestik Inggris

Di dalam negeri Inggris, langkah pemerintah menuai reaksi beragam. Pemimpin Liberal Demokrat, Sir Ed Davey, mengkritik keterlibatan Inggris dan menyebut perang ini "ilegal dan merusak". Sebaliknya, kubu Konservatif melalui Claire Coutinho mendesak pemerintah untuk lebih berani mengerahkan aset militer demi kepentingan nasional.

Meski awalnya sempat menolak, PM Starmer akhirnya mengizinkan AS menggunakan pangkalan udara Inggris di RAF Fairford dan Diego Garcia untuk tindakan "defensif". Pada hari Minggu, dua pesawat pengebom B-1 Lancer AS dilaporkan telah lepas landas dari RAF Fairford menuju wilayah konflik, menandakan eskalasi operasi militer yang masih terus berlanjut. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya