Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Pejabat AS Optimis Konflik Iran Berakhir dalam Hitungan Minggu

Thalatie K Yani
16/3/2026 03:50
Pejabat AS Optimis Konflik Iran Berakhir dalam Hitungan Minggu
Menteri Energi AS, Chris Wright(Media Sosial X)

PEMERINTAHAN Presiden Donald Trump memberikan sinyal optimisme terkait durasi konflik yang tengah berlangsung di Iran. Para pejabat tinggi Amerika Serikat memprediksi ketegangan tersebut akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, atau bahkan lebih cepat, di tengah kekhawatiran para ekonom akan potensi resesi akibat gangguan pasokan minyak di Timur Tengah.

Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan berakhirnya konflik akan langsung berdampak pada stabilitas pasar energi global.

"Saya pikir konflik ini pasti akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan. Bisa jadi lebih cepat dari itu... dan kita akan melihat pemulihan pasokan serta penurunan harga setelahnya," ujar Wright dalam program "This Week" di ABC.

Ekonomi Global Menanti Titik Balik

Senada dengan Wright, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, menilai penyelesaian konflik ini akan menjadi katalis positif bagi ekonomi dunia. Dalam wawancaranya bersama CBS, Hassett menyebut bahwa operasi militer sejauh ini berjalan "lebih cepat dari jadwal" yang awalnya diperkirakan memakan waktu empat hingga enam minggu sejak dimulai pada 28 Februari lalu.

"Kami memperkirakan ekonomi global akan mendapat kejutan positif yang besar segera setelah ini berakhir," ungkap Hassett.

Meski mengakui adanya dampak ekonomi yang terasa saat ini, Wright menekankan bahwa langkah ini diperlukan untuk stabilitas jangka panjang. Menurutnya, menanggung "rasa sakit jangka pendek" jauh lebih baik daripada membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

Tantangan di Selat Hormuz

Di sisi lain, militer Israel memberikan estimasi yang sedikit berbeda. Kepada CNN, pihak Israel menyatakan rencana kampanye militer di Iran setidaknya masih akan berlanjut hingga tiga minggu ke depan. Hal ini menambah daftar perbedaan lini masa yang sebelumnya juga sempat dilontarkan oleh Presiden Trump.

Fokus utama saat ini adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang efektif terhenti akibat konflik. Jalur pelayaran strategis ini sangat krusial bagi distribusi minyak dunia. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengonfirmasi komunikasi intens terus dilakukan dengan negara-negara sekutu untuk mengirimkan pasukan angkatan laut guna mengamankan rute tersebut.

Menteri Wright menambahkan bahwa seluruh aset militer AS beserta dukungan dari negara lain akan dikerahkan untuk memastikan selat tersebut terbuka kembali. Harapan ini diperkuat oleh pernyataan Presiden Trump melalui media sosial yang menyebutkan kemungkinan keterlibatan negara-negara seperti Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, hingga Inggris dalam pengiriman kapal perang ke wilayah tersebut. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya