Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Pulau Kharg Jadi Target, Dunia Waspadai Krisis Minyak

Ferdian Ananda Majni
15/3/2026 12:37
Pulau Kharg Jadi Target, Dunia Waspadai Krisis Minyak
Pulau Kharg(AFP)

PRESIDEN Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan tambahan terhadap fasilitas minyak Iran di Pulau Kharg. Ia menyerukan pengerahan kapal perang internasional di Selat Hormuz

Sementara Teheran bersumpah meningkatkan serangan balasan di tengah konflik yang terus memanas

Trump mengeklaim serangan AS telah menghancurkan sepenuhnya sebagian besar Pulau Kharg dan memperingatkan kemungkinan serangan tambahan. 

"Kita mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang," katanya kepada NBC News, Minggu (15/3).

Meski menyebut Teheran tampak siap membuat kesepakatan damai, Trump menilai syarat yang diajukan belum dapat diterima. "Syarat-syaratnya belum cukup baik," ujarnya. 

Pernyataan tersebut mencerminkan peningkatan retorika dibanding sebelumnya, ketika Washington menyatakan hanya menargetkan fasilitas militer di pulau tersebut.

Pernyataan Trump juga dinilai melemahkan upaya diplomasi. Tiga sumber yang mengetahui situasi itu mengatakan bahwa pemerintahan AS menolak inisiatif sekutu Timur Tengah untuk memulai negosiasi guna mengakhiri konflik.

Kemampuan Iran mengganggu pengiriman energi melalui Selat Hormuz menjadi persoalan besar bagi AS dan sekutunya. Jalur strategis ini dilalui sebagian besar ekspor minyak dan gas dunia, sehingga gangguan pasokan langsung memicu lonjakan harga energi global.

Dalam unggahan media sosial, Trump menyerukan negara-negara pengguna jalur tersebut untuk ikut menjaganya. 

"Negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut, dan kami akan membantu sangat banyak!” tulisnya. Ia menambahkan AS akan berkoordinasi agar operasi pengamanan berjalan cepat, lancar, dan baik.

Iran Tolak Gencatan Senjata

Iran menolak kemungkinan gencatan senjata selama serangan udara AS dan Israel masih berlangsung. Pasukan Iran terus melancarkan serangan balasan, termasuk serangan drone yang mengganggu fasilitas energi di Uni Emirat Arab serta serangan rudal terhadap kedutaan AS di Baghdad yang mendorong Washington memperingatkan warganya untuk meninggalkan Irak.

Gangguan terhadap pasar minyak diperkirakan berlanjut. Di emirat Fujairah, pusat pengisian bahan bakar kapal global, sejumlah operasi pemuatan minyak dihentikan setelah serangan drone. 

Otoritas setempat menyatakan satu drone berhasil dicegat, namun kebakaran akibat puing yang jatuh masih dipadamkan hingga malam hari.

Sejak serangan udara dimulai pada 28 Februari, konflik dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, sebagian besar di Iran. Setidaknya 15 orang tewas setelah serangan udara menghantam pabrik peralatan rumah tangga di Isfahan, menurut kantor berita semi-resmi Fars, yang menyalahkan serangan tersebut pada musuh Amerika-Zionis Israel.

Peringatan Jauhi Pelabuhan

Teheran juga menyerukan warga sipil di UEA untuk menjauhi pelabuhan, dermaga, dan tempat persembunyian Amerika, dengan alasan wilayah tersebut digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Korps Garda Revolusi Islam menyebut fasilitas terkait AS sebagai target yang sah dan mendesak perusahaan Amerika meninggalkan kawasan.

UEA membantah wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran, namun menegaskan memiliki hak untuk membela diri terhadap agresi teroris yang dipaksakan ini. 

Penasihat presiden UEA Anwar Gargash menyatakan negaranya tetap mengutamakan deeskalasi. 

Menurutnya, Abu Dhabi masih memprioritaskan akal sehat dan logika, terus menahan diri dan mencari jalan keluar bagi Iran dan kawasan tersebut, serta telah berupaya menengahi Washington dan Teheran hingga saat-saat terakhir sebelum perang pecah.

Trump menghabiskan akhir pekan di resor Mar-a-Lago di Florida sambil terus menyerukan pembentukan koalisi maritim internasional. Ia berharap negara-negara seperti Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris mengirim kapal perang ke Selat Hormuz, meski belum ada indikasi langsung dari negara-negara tersebut untuk melakukannya. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya