Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Trump akan 'Gebuki' Infrastruktur Minyak Iran

Dhika Kusuma Winata
14/3/2026 14:24
Trump akan 'Gebuki' Infrastruktur Minyak Iran
Presiden AS Donald Trump(instagram/@realdonaldtrump)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan militer AS telah melancarkan serangan udara besar terhadap sejumlah target di Pulau Kharg selaku pusat utama ekspor minyak mentah Iran. Trump juga memperingatkan kemungkinan serangan terhadap fasilitas minyak di pulau tersebut apabila Iran mengganggu jalur pelayaran internasional.

Dalam pernyataan di media sosial pada Jumat, Trump mengatakan operasi dilakukan oleh United States Central Command merupakan salah satu serangan pemboman paling kuat yang pernah dilakukan di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, fasilitas minyak di pulau tersebut belum menjadi sasaran serangan. 

“Komando Pusat Amerika Serikat melaksanakan salah satu operasi pemboman paling kuat dalam sejarah Timur Tengah dan menghancurkan seluruh target militer di permata Iran, Pulau Kharg,” ujar Trump.

“Saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun jika Iran atau pihak lain mencoba mengganggu jalur pelayaran yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan tersebut,” ujarnya.

Pulau Kharg terletak sekitar 30 kilometer dari daratan utama Iran dan menjadi titik vital ekspor energi negara itu. Menurut laporan lembaga keuangan JPMorgan Chase, sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui fasilitas di pulau tersebut.

Para analis memperingatkan serangan langsung terhadap infrastruktur energi di pulau itu dapat memicu dampak besar bagi pasar energi global.

“Serangan langsung kemungkinan akan menghentikan sebagian besar ekspor minyak Iran dan dapat memicu pembalasan keras di Selat Hormuz atau terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk,” tulis JPMorgan dalam catatannya.

Ketegangan yang meningkat juga berdampak pada lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Serangan Iran sebelumnya dilaporkan hampir menghentikan aktivitas kapal di jalur strategis tersebut, yang biasanya dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dan gas alam cair dunia.

Gangguan tersebut turut memengaruhi fasilitas energi di sejumlah negara Teluk.
Trump mengatakan pemerintah AS berencana mengerahkan kapal perang untuk mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dalam waktu dekat.

Langkah itu diambil untuk memulihkan aliran ekspor minyak sekaligus meredakan lonjakan harga bahan bakar di Amerika Serikat. Pulau Kharg mulai berkembang sebagai pusat ekspor minyak sejak ekspansi industri energi Iran pada dekade 1960-an dan 1970-an. Kondisi perairan di sebagian besar pesisir Iran yang relatif dangkal membuat pulau itu menjadi lokasi utama bagi kapal tanker besar untuk memuat minyak mentah.

(AFP/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya