Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Ekspor Minyak Iran Melonjak Tiga Kali Lipat di Tengah Ancaman AS

Ferdian Ananda Majni
27/2/2026 14:14
Ekspor Minyak Iran Melonjak Tiga Kali Lipat di Tengah Ancaman AS
Ilustrasi.(Al Jazeera)

IRAN meningkatkan ekspor minyak hampir tiga kali lipat dari rata-rata normal melalui terminal utama di Pulau Kharg, di tengah ancaman serangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Lonjakan pengiriman ini dinilai sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan ke pasar global.

Data perusahaan pelacak perdagangan energi Kpler menunjukkan ekspor minyak Iran dari Pulau Kharg mencapai hampir 20 juta barel dalam periode 15 hingga 20 Februari. 

Pulau tersebut merupakan terminal ekspor utama yang menangani sekitar 90 persen pengapalan minyak Iran ke berbagai negara.

Laporan Bloomberg menyebut volume tersebut setara dengan lebih dari 3 juta barel per hari, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada Januari. Sebagai pembanding, rata-rata ekspor minyak Iran dalam tiga bulan sebelumnya tercatat sekitar 1,54 juta barel per hari.

Lonjakan Ekspor di Tengah Ancaman

Peningkatan pengiriman terjadi di tengah meningkatnya tensi antara Teheran dan Washington. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berulang kali menyampaikan ancaman akan melancarkan serangan apabila Iran tidak mencapai kesepakatan baru terkait program nuklirnya.

Trump menuntut agar pengayaan nuklir Iran ditekan hingga nol serta pembatasan ketat terhadap produksi rudal balistik.

Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan bahwa rudal merupakan bagian dari sistem pertahanan nasional. Teheran juga berulang kali menyatakan bahwa program nuklirnya dikembangkan untuk tujuan damai, bukan militer.

Selain itu, Iran menyatakan kesiapannya untuk tetap berada di bawah pengawasan badan energi atom internasional guna memastikan transparansi program nuklirnya.

Respons Negara Teluk

Iran bukan satu-satunya negara di kawasan yang menyesuaikan strategi energi. Arab Saudi dilaporkan turut meningkatkan produksi dan ekspor minyak sebagai langkah darurat apabila serangan terhadap Iran benar-benar mengganggu pasokan global.

Langkah antisipatif dari para produsen utama Timur Tengah ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi energi, yang dapat memicu lonjakan harga minyak dunia dalam waktu singkat. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya