Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

AS Kerahkan Pasukan hingga Tengah Maret, Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran

Media Indonesia
20/2/2026 15:56
AS Kerahkan Pasukan hingga Tengah Maret, Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran
Ilustrasi.(Freepik)

AMERIKA Serikat (AS) berencana merampungkan pengerahan pasukan di Timur Tengah pada pertengahan Maret 2026 sebagai langkah antisipasi kemungkinan operasi militer terhadap Iran. Laporan ini pertama kali diungkap oleh surat kabar The Washington Post yang mengutip sejumlah pejabat tinggi AS.

Presiden AS Donald Trump bersama penasihat keamanan nasional dilaporkan telah menggelar pertemuan krusial di Situation Room pada Rabu untuk membahas eskalasi kondisi di Iran. Langkah ini menunjukkan keseriusan Washington dalam merespons dinamika keamanan di kawasan tersebut.

Sinyal Serangan Terbatas dari Gedung Putih

Pejabat AS menyatakan bahwa pemerintah sengaja menunjukkan peningkatan kehadiran militer di kawasan tersebut sebagai bentuk tekanan psikologis dan strategis. Trump bahkan memperingatkan kemungkinan timbul hal-hal buruk yang dapat terjadi jika AS dan Iran tidak mencapai kesepakatan dalam waktu dekat.

Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan peluncuran serangan terbatas tahap awal. Serangan ini direncanakan menyasar fasilitas militer dan gedung pemerintah Iran guna mendorong Teheran menandatangani kesepakatan nuklir baru.

Sebelumnya, media CBS News juga melaporkan bahwa pasukan AS meningkatkan level kesiagaan atas kemungkinan serangan terhadap Iran sejak Sabtu pekan lalu, meskipun Presiden Trump disebut belum mengetok palu terkait keputusan langkah militer akhir.

Diplomasi di Jenewa dan Ancaman Balasan Teheran

Di tengah ancaman militer, jalur diplomasi sebenarnya masih diupayakan. Putaran kedua perundingan Iran-AS mengenai program nuklir berlangsung pada 17 Februari di Jenewa dengan mediasi Oman. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan adanya kemajuan signifikan dalam pertemuan tersebut.

Araghchi menyatakan bahwa Teheran dan Washington mulai menyusun naskah yang dapat menjadi fondasi bagi potensi kesepakatan di masa depan. Namun, di saat yang sama, ia juga memberikan peringatan keras kepada Washington.

Teheran menegaskan akan menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk Persia jika negara itu melakukan serangan fisik terlebih dahulu. Selain itu, Iran juga menutup rapat pembahasan mengenai program rudal mereka dalam negosiasi nuklir, dengan dalih bahwa hal tersebut merupakan urusan pertahanan nasional yang mutlak.

Catatan Redaksi: Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan Teluk Persia masih dalam status siaga tinggi. Mata uang rupiah dan harga komoditas energi global diprediksi akan mengalami fluktuasi akibat ketegangan geopolitik ini. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya