Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI minggu ketiga Operasi Epic Fury, militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan masih memfokuskan serangannya pada misi Suppression of Enemy Air Defenses (SEAD) atau penumpasan pertahanan udara musuh di wilayah Iran. Meskipun klaim keunggulan udara telah dinyatakan, kemunculan jet tempur EA-18G Growler dengan muatan rudal antiradiasi yang tidak biasa menunjukkan bahwa ancaman darat-ke-udara Teheran belum sepenuhnya padam.
Foto-foto terbaru yang dirilis oleh U.S. Central Command (CENTCOM) memperlihatkan aktivitas intens jet tempur AS yang diluncurkan untuk misi terbaru di atas langit Iran. Fokus utama dalam rilis kali ini ialah aset-aset spesialis penghancur radar dan sistem pertahanan udara.
Salah satu sorotan utama ialah pesawat peperangan elektronik EA-18G Growler. Jet ini tertangkap kamera membawa konfigurasi senjata yang jarang terlihat yaitu empat rudal antiradiasi AGM-88 sekaligus. Biasanya, Growler hanya membawa dua rudal AGM-88 untuk menyisakan ruang bagi pod gangguan radar tambahan.
Menariknya, rudal yang dibawa merupakan kombinasi antara varian lama dan baru. Dua unit ialah AGM-88C High-speed Anti-Radiation Missile (HARM), sementara dua lainnya varian terbaru AGM-88E Advanced Antiradiation Guided Missile (AARGM). Penggunaan AARGM memberikan keunggulan dalam menghancurkan radar musuh bahkan jika operator radar mematikan sistem mereka untuk mengecoh rudal.
Selain rudal, Growler tersebut dilengkapi dengan AN/ALQ-99 Tactical Jamming System (TJS), dua rudal udara-ke-udara AIM-120C/D AMRAAM untuk perlindungan diri, dan tanki bahan bakar eksternal. Konfigurasi serupa terakhir kali terlihat saat AS melancarkan serangan terhadap target Houthi di Yaman pada 2025.
Selain Growler, F-16CM Fighting Falcon juga dikerahkan dalam peran Wild Weasel. Berbeda dengan Growler yang murni peperangan elektronik, F-16 tampil dengan muatan multiperan. Jet ini membawa campuran AGM-88C HARM dan bom pintar GBU-31(V)3 JDAM seberat 2.000 pon yang dirancang khusus untuk menghancurkan bunker (bunker buster).
F-16 ini juga dilengkapi dengan pod peperangan elektronik Angry Kitten, pod penargetan HTS (HARM Targeting System), serta pod Litening. Kombinasi ini memungkinkan F-16 tidak hanya melumpuhkan radar musuh, tetapi langsung menghancurkan fisik peluncur rudal tersebut (Destruction of Enemy Air Defenses/DEAD).
Muncul pertanyaan mengapa misi SEAD masih masif dilakukan setelah pejabat AS mengeklaim telah menghancurkan pertahanan udara Iran sejak pembukaan serangan pada 28 Februari 2026.
Analisis menunjukkan bahwa serangan AS kini mulai merangsek lebih jauh ke pedalaman Iran, meninggalkan zona pesisir yang relatif sudah aman. Di wilayah interior Iran, sistem pertahanan udara berlapis yang terdiri dari alutsista era Soviet dan sistem lokal yang sangat mobile diduga masih aktif.
Centcom mulai menggunakan istilah localized air superiority (keunggulan udara lokal), yang menyiratkan bahwa belum seluruh wilayah udara Iran sepenuhnya di bawah kendali AS. Hal ini juga menjelaskan mengapa pembom B-52H Stratofortress masih menggunakan rudal jarak jauh AGM-158 JASSM untuk menyerang target dari jarak aman tanpa harus memasuki zona bahaya.
Data dari Centcom pada pertengahan Maret 2026 mengonfirmasi penghancuran peluncur rudal MIM-23 Hawk dan kanon antipesawat ZU-23-2 milik Iran, membuktikan bahwa ancaman pertahanan udara Teheran masih menjadi tantangan nyata bagi pilot-pilot koalisi.
Apa itu misi SEAD?
SEAD adalah singkatan dari Suppression of Enemy Air Defenses, misi militer yang bertujuan untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara darat musuh (radar dan rudal).
Apa perbedaan HARM dan AARGM?
HARM mengandalkan emisi radar musuh, sedangkan AARGM memiliki teknologi sensor tambahan yang tetap bisa menemukan target meski radar musuh dimatikan.
Kapan Operasi Epic Fury dimulai?
Operasi ini dimulai dengan serangan pembuka pada tanggal 28 Februari 2026. (The Avitionist/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved