Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Trump Galang Tujuh Negara Amankan Selat Hormuz, termasuk Tiongkok

Media Indonesia
16/3/2026 22:35
Trump Galang Tujuh Negara Amankan Selat Hormuz, termasuk Tiongkok
Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah berunding dengan tujuh negara untuk membahas upaya pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Langkah strategis ini diambil guna merespons penutupan jalur logistik energi paling vital di dunia tersebut oleh pihak Iran.

Saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One mengenai Operasi Epic Fury, Minggu (15/3/2026), Trump memastikan pemerintah AS telah berdialog secara intensif dengan sejumlah negara pada malam sebelumnya.

Trump Ajak Tiongkok Bergabung dalam Koalisi

Salah satu negara yang secara khusus diajak berpartisipasi ialah Tiongkok. Trump menekankan bahwa negara tersebut memiliki kepentingan besar karena sekitar 90 persen minyak mentah yang dikapalkan ke Tiongkok melintasi Selat Hormuz.

"Mereka mendapatkan minyak mereka, sangat banyak, sekitar 90 persen, dari selat itu. Jadi saya ajak, 'maukah kalian bergabung?' Kita akan tahu nanti. Mungkin mereka mau, mungkin juga tidak," kata Presiden AS tersebut sebagaimana dikutip dari Anadolu.

Trump menegaskan bahwa negara-negara yang mendapatkan keuntungan ekonomi dari jalur pelayaran strategis tersebut harus memikul tanggung jawab dalam mengamankan wilayah maritim tersebut dengan jaminan dukungan penuh dari militer AS.

Tudingan Rekaan AI terhadap Dukungan Mojtaba Khamenei

Di tengah memanasnya konflik, Trump juga menyoroti suksesi kepemimpinan di Iran. Terkait beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan massa sebanyak 250.000 orang bersorak mendukung Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, Trump menyebutnya sebagai hoaks teknologi.

"Sudah pasti rekaan AI (kecerdasan artifisial) dan tidak pernah terjadi. Media tahu hal itu tidak terjadi, tetapi mereka memberitakannya seakan-akan dia punya dukungan besar. Dia tidak punya dukungan dari siapapun," ucap Trump.

Krisis Selat Hormuz dan Dampak Ekonomi Global

Selat Hormuz, yang membentang antara Iran di utara hingga Semenanjung Musandam di Oman, merupakan urat nadi pasokan migas sedunia. Jalur ini secara efektif ditutup oleh Iran sejak awal Maret 2026.

Penutupan ini merupakan buntut dari serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu yang menewaskan 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei. Dampak dari gangguan pelayaran ini meliputi:

  • Kenaikan tajam harga minyak dunia secara mendadak.
  • Gangguan distribusi pupuk global yang mengancam ketahanan pangan.
  • Ketegangan militer tinggi di wilayah perairan Teluk.

Trump menjamin bahwa pengawalan kapal-kapal Angkatan Laut AS terhadap kapal tanker yang singgah di Selat Hormuz dapat dimulai dalam waktu dekat. Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir, yang diikuti dengan penurunan harga minyak di pasar internasional. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik