Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) melaporkan sekitar 140 tentara AS mengalami luka-luka sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran. Dari jumlah tersebut, delapan personel di antaranya berada dalam kondisi luka parah yang mengancam nyawa.
Jurubicara Pentagon, Sean Parnell, menyampaikan data tersebut pada Selasa waktu setempat, merangkum dampak fisik terhadap personel militer selama sepuluh hari serangan berkelanjutan dalam operasi yang dinamakan "Epic Fury".
Dalam pernyataan resminya, Parnell merinci sebagian besar cedera yang dialami para prajurit bersifat ringan. Proses pemulihan yang cepat memungkinkan mayoritas personel untuk segera kembali ke pos mereka.
“Sejak dimulainya Operasi Epic Fury, sekitar 140 anggota layanan AS telah terluka selama 10 hari serangan berkelanjutan,” ujar Parnell. “Sebagian besar dari cedera ini bersifat ringan, dan 108 anggota layanan telah kembali bertugas. Delapan anggota layanan tetap terdaftar sebagai luka parah dan menerima tingkat perawatan medis tertinggi.”
Seorang pejabat AS sebelumnya menjelaskan kategori "luka parah" mencakup kasus-kasus signifikan di mana kematian mungkin terjadi atau sudah di depan mata. Pihak Pentagon juga mencatat jumlah cedera ini masih berpotensi fluktuatif atau meningkat, mengingat beberapa personel mungkin tidak langsung mencari bantuan medis sesaat setelah insiden terjadi, tergantung pada tingkat keparahannya.
Hingga saat ini, tercatat tujuh anggota layanan AS telah gugur dalam tugas (Killed in Action/KIA). Korban terbaru telah dipulangkan ke Amerika Serikat pada Senin malam melalui upacara penghormatan dignified transfer di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, meski tidak memberikan angka pasti dalam pengarahan terpisah, membenarkan bahwa jumlah korban luka berada di kisaran angka yang dirilis oleh Pentagon.
Operasi militer ini menandai eskalasi serius dalam keterlibatan AS di kawasan tersebut. Fokus utama militer saat ini adalah memastikan perawatan maksimal bagi personel yang kritis serta memantau perkembangan kesehatan para prajurit yang masih berada di garis depan.
(CNN/The Guardian/Z-2)
Militer AS fokus pada misi SEAD di Iran. Jet EA-18G Growler dan F-16 terlihat membawa muatan rudal AGM-88 langka untuk hancurkan radar pertahanan udara Teheran.
Donald Trump tidak lagi menutup peluang pengerahan pasukan darat ke Iran. Meski ditentang 74% pemilih, alasan strategis nuklir menjadi pemicu utama.
Presiden AS Donald Trump ajak 7 negara, termasuk Tiongkok, amankan Selat Hormuz pasca-penutupan oleh Iran. Trump klaim video dukungan Mojtaba Khamenei adalah rekaan AI.
Pesawat KC-135 AS jatuh di Irak barat. Centom sebut murni kecelakaan teknis, sementara pihak Iran klaim akibat serangan sistem pertahanan udara Irak.
Presiden Donald Trump mengancam konsekuensi militer "tingkat tinggi" jika Iran nekat memasang ranjau di Selat Hormuz.
Pentagon ajukan dana Rp3.386 triliun untuk perang melawan Iran. Simak rincian biaya militer AS yang membengkak hingga dampak penutupan Selat Hormuz di sini.
Pentagon meminta persetujuan Gedung Putih untuk anggaran perang di Iran senilai lebih dari US$200 miliar. Akankah Kongres meloloskan dana raksasa ini?
Donald Trump sempat menuding Iran atas serangan maut di SD Minab. Padahal, investigasi mengungkap rudal tersebut adalah Tomahawk milik AS yang salah sasaran akibat data intelijen usang.
Enam tentara AS tewas setelah pesawat KC-135 jatuh di Irak. Pentagon tutup mulut soal detail korban KIA dan WIA di tengah eskalasi perang yang terus memakan korban.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menuduh Iran menembakkan rudal dari sekolah dan rumah sakit. Ia menegaskan AS tidak akan terjebak dalam perang tanpa akhir.
Gedung Putih mengonfirmasi Pentagon akan merilis laporan terkait serangan rudal di sekolah perempuan Iran Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved