Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Dunia kembali menahan napas. Di tanah yang pernah melahirkan Rumi dan Hafez, dua penyair sufi terbesar yang sangat dihormati di Iran, kini langitnya legam tertutup jelaga konflik. Namun, sejarah selalu menitipkan satu kebenaran mutlak: Perang tidak pernah menentukan siapa yang benar; ia hanya menyisakan siapa yang tersisa.
Setiap rudal yang meluncur dan setiap agresi yang dipicu bukan sekadar menghancurkan beton atau baja infrastruktur. Ia menghancurkan mimpi seorang anak di Teheran, memutus masa depan mahasiswa di Shiraz, dan merobek harapan para orang tua yang hanya mendambakan hari esok tanpa dentum ledakan.
Saat kita sibuk menghitung angka statistik yakni ratusan nyawa atau ribuan target, kita sering alpa bahwa di balik angka tersebut ada kehidupan yang tak tergantikan. Kematian seorang pemimpin mungkin mengubah arah politik, namun luka pada tatanan sosial dan hilangnya nyawa warga sipil adalah tragedi permanen bagi kemanusiaan.
Sejarah mencatat bahwa konflik sedahsyat apa pun selalu berujung pada satu titik: meja perundingan. Pertanyaannya selalu sama dan menyakitkan: Berapa banyak lagi nyawa yang harus dikorbankan sebelum para pemegang kuasa memilih untuk duduk bersama?
Konflik di Iran bukanlah sebuah peristiwa terisolasi di sudut peta. Di era yang saling bertautan ini, bara pelanggaran hukum di satu wilayah akan menyebarkan abunya ke seluruh penjuru dunia. Stabilitas ekonomi, keamanan energi, dan martabat hanyalah sebagian dari harga yang harus dibayar. Jika supremasi militer dibiarkan mengangkangi supremasi hukum, tidak ada satu pun negara yang benar-benar aman.
Kita berhutang pada anak-anak masa depan sebuah dunia di mana perselisihan diselesaikan dengan akal budi, bukan dengan mesiu. Mari kita suarakan agar agresi dihentikan, agar ruang diplomasi kembali dibuka lebar, dan agar langit Iran kembali cerah tanpa bayang-bayang drone serta rudal.
Sebab pada akhirnya, perdamaian bukanlah sebuah kemewahan yang bisa ditunda; perdamaian adalah prasyarat mutlak bagi keberlangsungan kita sebagai manusia.
Militer AS fokus pada misi SEAD di Iran. Jet EA-18G Growler dan F-16 terlihat membawa muatan rudal AGM-88 langka untuk hancurkan radar pertahanan udara Teheran.
Donald Trump tidak lagi menutup peluang pengerahan pasukan darat ke Iran. Meski ditentang 74% pemilih, alasan strategis nuklir menjadi pemicu utama.
Presiden AS Donald Trump ajak 7 negara, termasuk Tiongkok, amankan Selat Hormuz pasca-penutupan oleh Iran. Trump klaim video dukungan Mojtaba Khamenei adalah rekaan AI.
Pesawat KC-135 AS jatuh di Irak barat. Centom sebut murni kecelakaan teknis, sementara pihak Iran klaim akibat serangan sistem pertahanan udara Irak.
Pentagon mengonfirmasi 140 tentara AS terluka selama 10 hari Operasi Epic Fury. Delapan personel dalam kondisi kritis dan tujuh lainnya dilaporkan gugur.
Presiden Donald Trump mengancam konsekuensi militer "tingkat tinggi" jika Iran nekat memasang ranjau di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved