Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Dunia kembali menahan napas. Di tanah yang pernah melahirkan Rumi dan Hafez, dua penyair sufi terbesar yang sangat dihormati di Iran, kini langitnya legam tertutup jelaga konflik. Namun, sejarah selalu menitipkan satu kebenaran mutlak: Perang tidak pernah menentukan siapa yang benar; ia hanya menyisakan siapa yang tersisa.
Setiap rudal yang meluncur dan setiap agresi yang dipicu bukan sekadar menghancurkan beton atau baja infrastruktur. Ia menghancurkan mimpi seorang anak di Teheran, memutus masa depan mahasiswa di Shiraz, dan merobek harapan para orang tua yang hanya mendambakan hari esok tanpa dentum ledakan.
Saat kita sibuk menghitung angka statistik yakni ratusan nyawa atau ribuan target, kita sering alpa bahwa di balik angka tersebut ada kehidupan yang tak tergantikan. Kematian seorang pemimpin mungkin mengubah arah politik, namun luka pada tatanan sosial dan hilangnya nyawa warga sipil adalah tragedi permanen bagi kemanusiaan.
Sejarah mencatat bahwa konflik sedahsyat apa pun selalu berujung pada satu titik: meja perundingan. Pertanyaannya selalu sama dan menyakitkan: Berapa banyak lagi nyawa yang harus dikorbankan sebelum para pemegang kuasa memilih untuk duduk bersama?
Konflik di Iran bukanlah sebuah peristiwa terisolasi di sudut peta. Di era yang saling bertautan ini, bara pelanggaran hukum di satu wilayah akan menyebarkan abunya ke seluruh penjuru dunia. Stabilitas ekonomi, keamanan energi, dan martabat hanyalah sebagian dari harga yang harus dibayar. Jika supremasi militer dibiarkan mengangkangi supremasi hukum, tidak ada satu pun negara yang benar-benar aman.
Kita berhutang pada anak-anak masa depan sebuah dunia di mana perselisihan diselesaikan dengan akal budi, bukan dengan mesiu. Mari kita suarakan agar agresi dihentikan, agar ruang diplomasi kembali dibuka lebar, dan agar langit Iran kembali cerah tanpa bayang-bayang drone serta rudal.
Sebab pada akhirnya, perdamaian bukanlah sebuah kemewahan yang bisa ditunda; perdamaian adalah prasyarat mutlak bagi keberlangsungan kita sebagai manusia.
OPERASI militer bertajuk Epic Fury yang diklaim menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran menandai babak baru strategi perang Amerika Serikat, mengandalkan kecerdasan buatan AI.
Analisis mendalam tiga senjata mutakhir AS dalam Operasi Epic Fury: Debut rudal PrSM, drone murah LUCAS, dan penampakan Tomahawk siluman yang gempur Iran.
AS kerahkan tambahan pasukan ke Timur Tengah dalam Operasi Epic Fury terhadap Iran. Jenderal Dan Caine peringatkan potensi jatuhnya lebih banyak korban jiwa tentara AS.
Enam tentara AS terkonfirmasi tewas dalam serangan drone Iran di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait. Ini merupakan korban jiwa pertama AS dalam Operasi Epic Fury.
Dari fajar berdarah di Teheran hingga hujan drone di Tel Aviv, inilah lini masa lengkap operasi militer paling berani abad ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved