Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan spekulatif terkait nasib Pemimpin Agung Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Dalam wawancara telepon dengan NBC News pada Sabtu waktu setempat, Trump meragukan apakah putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei tersebut masih hidup atau tidak.
Keraguan Trump muncul setelah Mojtaba Khamenei mengeluarkan pernyataan pertamanya pada hari Kamis lalu hanya dalam bentuk tulisan, tanpa muncul di depan kamera.
"Saya tidak tahu apakah dia masih hidup. Sejauh ini, tidak ada yang bisa menunjukkan sosoknya," ujar Trump. "Saya mendengar kabar dia tidak hidup, dan jika dia memang hidup, dia harus melakukan sesuatu yang sangat cerdas untuk negaranya, yaitu menyerah."
Meski demikian, Trump kemudian menggambarkan kabar kematian tersebut sebagai sebuah "rumor".
Terkait hubungan diplomatik, Trump mengungkapkan Iran sebenarnya ingin melakukan kesepakatan dengan Amerika Serikat. Namun, untuk saat ini, ia menyatakan keengganannya karena tawaran yang ada belum memenuhi ekspektasinya.
"Syarat-syaratnya belum cukup baik," tegas Trump.
Meski menolak merinci detail tuntutannya, Trump memastikan bahwa komitmen Iran untuk menghentikan ambisi nuklir harus menjadi bagian dari kesepakatan potensial di masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga membahas situasi panas di Selat Hormuz. Ia mengeklaim sejumlah negara telah berkomitmen untuk membantu mengamankan jalur pelayaran vital tersebut, meski ia menolak menyebutkan nama-nama negara yang dimaksud.
Presiden AS itu juga menyinggung serangan terhadap Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran. Trump menyatakan militer AS telah "menghancurkan total" wilayah tersebut.
"Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang," tambahnya.
Menanggapi kekhawatiran global mengenai lonjakan harga minyak akibat konflik ini, Trump bersikap acuh tak acuh. Menurutnya, stok minyak dan gas di dunia masih sangat melimpah.
"Ada begitu banyak minyak dan gas di luar sana, tetapi jalurnya sedikit tersumbat. Jalur itu akan segera terbuka dalam waktu dekat," pungkasnya. (BBC/Z-2)
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Teka-teki absennya Mojtaba Khamenei pada salat Idulfitri 2026 memicu spekulasi global. Simak analisis kondisi sang Rahbar dan dampaknya bagi stabilitas Iran.
UMAT Muslim di Iran tetap melaksanakan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3) waktu setempat meski situasi keamanan memburuk akibat perang melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus berkecamuk.
Mojtaba Khamenei menyebutnya sebagai individu yang cerdas dan berdedikasi serta tokoh terkemuka dalam kancah politik Iran.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Tewasnya Ali Larijani dalam serangan udara Israel memperdalam krisis kepemimpinan di Iran. Simak dampaknya terhadap nasib perang dan gejolak domestik Teheran.
Perempuan Iran lulus di bidang STEM 3 kali lipat lebih banyak dibanding AS. Simak data mengejutkan mengenai pendidikan tinggi dan PhD di Iran.
Menelaah penggunaan Infrared Search and Track (IRST) oleh Iran sebagai alternatif radar konvensional untuk mendeteksi dan menghancurkan jet siluman F-35.
Analisis teknologi radar Rezonans-NE dan sistem rudal Bavar-373 milik Iran dalam upaya mendeteksi dan melumpuhkan jet siluman F-35.
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengkritik Barat soal kemunafikan HAM dan konflik global, tegaskan Malaysia tetap berpegang pada prinsip keadilan dan kemanusiaan.
Intelijen AS menyebut Iran masih mampu memulihkan bunker rudal dalam hitungan jam meski dibombardir. Setengah peluncur rudal dilaporkan masih utuh.
F-15 AS ditembak jatuh di Iran. Satu pilot selamat, satu masih dicari. Dua Black Hawk rusak ditembaki saat misi evakuasi di tengah eskalasi perang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved