Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Strategi Pertahanan Udara Iran Taklukkan Jet Siluman F-35 Lightning II

Media Indonesia
04/4/2026 16:10
Strategi Pertahanan Udara Iran Taklukkan Jet Siluman F-35 Lightning II
F-35.(Al Jazeera)

MENGHADAPI jet tempur generasi kelima seperti F-35 Lightning II merupakan tantangan teknis terbesar bagi sistem pertahanan udara mana pun di dunia. Sebagai pesawat dengan teknologi stealth (siluman) paling canggih, F-35 dirancang untuk memiliki Radar Cross Section (RCS) yang sangat kecil, membuatnya sulit dideteksi oleh radar konvensional pada jarak jauh.

Namun, dalam perlombaan senjata teknologi, Iran mengembangkan dan mengakuisisi beberapa sistem yang diklaim mampu memitigasi keunggulan siluman tersebut. Untuk lebih jauh, simak terus pemaparan di bawah ini.

Teknologi Radar Frekuensi Rendah: Kunci Mendeteksi Siluman

Prinsip utama teknologi siluman pada F-35 dioptimalkan untuk melawan radar frekuensi tinggi (seperti X-band) yang digunakan untuk penguncian target (fire control). Namun, pesawat siluman tetap memantulkan gelombang dari radar frekuensi rendah.

  • Radar Rezonans-NE: Iran telah mengoperasikan radar buatan Rusia ini. Rezonans-NE bekerja pada spektrum VHF (Very High Frequency). Karena panjang gelombang VHF lebih besar, mereka dapat memicu fenomena resonansi pada struktur fisik pesawat (seperti ekor atau sayap), sehingga fitur siluman F-35 menjadi kurang efektif.
  • Radar Ghadir: Sistem radar Over-the-Horizon (OTH) buatan lokal Iran yang diklaim mampu mendeteksi target pada jarak hingga 1.100 km. Radar ini dirancang untuk memantau pergerakan udara secara luas, meskipun akurasinya mungkin belum cukup untuk langsung mengarahkan rudal.

Sistem Rudal Permukaan-ke-Udara (SAM) Iran

Setelah target terdeteksi oleh radar peringatan dini, Iran mengandalkan lapisan pertahanan udara untuk melakukan intersepsi:

Sistem Senjata Asal Kemampuan Terhadap F-35
Bavar-373 Iran (Lokal) Diklaim setara S-400, menggunakan radar Sayyad-4 untuk melacak target siluman.
S-300PMU2 Rusia Sistem pertahanan jarak jauh yang mampu melacak banyak target secara simultan.
Khordad 15 Iran (Lokal) Mampu mendeteksi target siluman dalam radius 75 km hingga 120 km.

Strategi "Multi-Static" dan Perang Elektronik

Selain radar tunggal, Iran dilaporkan mengembangkan jaringan radar pasif. Radar pasif tidak memancarkan sinyal sendiri, melainkan menangkap pantulan dari sinyal radio atau televisi komersial yang terganggu oleh kehadiran pesawat. Karena tidak memancarkan sinyal, F-35 tidak dapat mendeteksi bahwa ia sedang diawasi, dan rudal anti-radiasi milik F-35 tidak memiliki sumber sinyal untuk diserang.

Analisis Teknis: Meskipun Iran memiliki perangkat keras untuk mendeteksi F-35, tantangan terbesarnya adalah rantai pembunuhan (kill chain). Mendeteksi pesawat siluman dengan radar VHF adalah satu hal, tetapi mengunci target tersebut dengan radar pemandu rudal (yang biasanya frekuensi tinggi) agar rudal bisa mengenai sasaran adalah hal yang jauh lebih sulit.

Kelemahan yang Bisa Dimanfaatkan

Secara teori, ada beberapa kondisi di mana F-35 menjadi lebih rentan terhadap pertahanan Iran:

  1. Mode Eksternal: Jika F-35 membawa tangki bahan bakar eksternal atau rudal di bawah sayap (Beast Mode), karakteristik silumannya hilang secara signifikan.
  2. Emisi Elektronik: Jika F-35 menggunakan radarnya secara aktif tanpa protokol Low Probability of Intercept (LPI) yang ketat, sistem sensor pasif Iran dapat melacak posisinya.
  3. Kelelahan Pilot dan Kuantitas: Iran mengandalkan strategi pertahanan berlapis (layered defense) untuk menjenuhkan sensor pesawat penyerang dengan banyaknya target dan gangguan di darat.

Kesimpulan: Menghancurkan F-35 bukan hanya soal memiliki rudal yang cepat, tetapi soal integrasi data antara radar frekuensi rendah (untuk deteksi dini) dan sistem rudal canggih (untuk eksekusi). Hingga saat ini, kemampuan Iran untuk menjatuhkan F-35 tetap menjadi perdebatan strategis yang belum teruji dalam pertempuran skala penuh, namun secara teknologi, Iran telah membangun infrastruktur yang dirancang khusus untuk melawan ancaman siluman. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya