Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Khawatir Pecah Kongsi, Zelensky Desak Trump dan Starmer Segera Bertemu

Thalatie K Yani
18/3/2026 12:36
Khawatir Pecah Kongsi, Zelensky Desak Trump dan Starmer Segera Bertemu
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak Donald Trump dan PM Inggris Keir Starmer untuk segera bertemu di tengah ketegangan diplomatik terkait konflik Iran.(Media Sosial X)

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer untuk duduk bersama dan mencari titik temu. Seruan ini muncul menyusul kritik tajam yang berulang kali dilontarkan Trump terhadap pemimpin Inggris tersebut.

Dalam wawancara eksklusif dengan BBC setelah melakukan pembicaraan dengan Starmer, Zelensky menekankan pentingnya kedua pemimpin tersebut untuk "memperbarui hubungan" (re-load the relationship). Ketegangan ini dipicu oleh dampak serangan AS dan Israel terhadap Iran yang meluas menjadi perselisihan diplomatik antar-sekutu NATO.

Zelensky: Perang di Iran Menghambat Perdamaian Ukraina

Zelensky memperingatkan perpecahan di antara para pemimpin Barat akan berakibat fatal. Ia mengaku memiliki "perasaan yang sangat buruk" mengenai dampak perang di Iran terhadap nasib Ukraina yang sudah empat tahun menghadapi invasi Rusia.

"Saya sangat ingin Presiden Trump bertemu dengan Starmer... sehingga mereka memiliki posisi bersama," ujar Zelensky. Ia menambahkan bahwa negosiasi menuju perdamaian di negaranya terus tertunda karena satu alasan: "Perang di Iran."

Sentilan Trump: "Bukan Winston Churchill"

Hubungan London dan Washington memang sedang diuji. Dalam serangan terbarunya pada Selasa lalu, Trump menyebut Starmer "bukan Winston Churchill". Meski menganggap Starmer sebagai "pria yang baik", Trump secara terang-terangan mengaku "kecewa" atas apa yang dianggapnya sebagai kurangnya aksi militer Inggris.

Merespons hal itu, PM Keir Starmer tetap teguh pada pendiriannya. Downing Street menegaskan bahwa Inggris tidak akan terseret ke dalam perang yang lebih luas, sembari terus menekankan bahwa hubungan AS-Inggris tetap "abadi".

Aliansi "Saudara dalam Kebencian"

Dalam kunjungannya ke London, Zelensky juga berkesempatan berpidato di hadapan para anggota parlemen di Westminster. Ia menyoroti kemitraan gelap antara Moskow dan Teheran yang dianggapnya sebagai ancaman nyata bagi stabilitas Eropa.

"Rezim di Rusia dan Iran adalah saudara dalam kebencian, itulah sebabnya mereka menjadi saudara dalam senjata," tegas Zelensky. "Kami ingin rezim yang dibangun di atas kebencian tidak pernah, tidak akan pernah menang dalam hal apa pun."

Kunjungan Zelensky ke London merupakan bagian dari tur maraton ke ibu kota Eropa untuk memastikan dukungan terhadap Ukraina tidak memudar di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah. Setelah Paris dan London, Zelensky dijadwalkan bertolak ke Madrid pada Rabu ini. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik