Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Inggris Gelar Rapat Bersama 35 Negara Bahas Krisis Selat Hormuz

Dhika Kusuma Winata
02/4/2026 11:14
Inggris Gelar Rapat Bersama 35 Negara Bahas Krisis Selat Hormuz
Keir Starmer.(Al Jazeera)

INGGRIS menggalang kekuatan internasional untuk memecah kebuntuan di Selat Hormuz. Sebanyak 35 negara dijadwalkan berkumpul dalam forum yang dipimpin London guna mencari jalan membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut, yang kini tersendat akibat blokade Iran.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan pertemuan lanjutan dari inisiatif bersama Inggris-Prancis itu akan digelar Kamis (2/4) melibatkan para pemimpin dunia dan Menteri Luar Negeri Inggris.

"Kami akan menilai seluruh langkah diplomatik dan politik yang memungkinkan untuk memulihkan kebebasan navigasi, menjamin keselamatan kapal serta awaknya, dan menghidupkan kembali arus komoditas penting," kata Starmer dikutip The Guardian.

Pertemuan ini disebut sebagai yang pertama kali menghimpun puluhan negara untuk merumuskan rencana konkret membuka Selat Hormuz. Seusai forum, perencana militer Inggris juga akan mengkaji langkah lanjutan guna memastikan jalur tersebut aman setelah konflik mereda.

Namun, Starmer mengingatkan proses pemulihan tidak akan mudah. Ia menegaskan persoalan utama bukan sekadar asuransi, melainkan keselamatan pelayaran.

"Tantangan utamanya adalah keamanan jalur, bukan soal asuransi. Kita butuh kombinasi kekuatan militer, diplomasi, serta kemitraan dengan pelaku industri agar pergerakan bisa kembali normal setelah perang usai," katanya.

Forum ini diikuti negara-negara penandatangan pernyataan bersama bulan lalu, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Australia, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, Uni Emirat Arab, dan Nigeria. Mereka berkomitmen berkontribusi dalam upaya menjamin keamanan pelayaran di selat tersebut. 

Adapun Amerika Serikat tidak diundang secara langsung dalam pertemuan ini.

Krisis di Selat Hormuz kian menekan rantai pasok global. Sekitar 1.000 kapal kini tertahan akibat blokade parsial Iran. 

Sebelum konflik, jalur ini dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, serta sepertiga distribusi pupuk global yang menopang produksi pangan. Kini, hanya sekitar 130 kapal yang berhasil melintas sejak perang pecah.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran menegaskan selat tersebut tetap berada di bawah kendali mereka dan akan tertutup bagi para musuh-musuh. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya