Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Skandal Jeffrey Epstein Guncang Norwegia: Parlemen Bentuk Komisi Investigasi Khusus

Thalatie K Yani
18/3/2026 07:50
Skandal Jeffrey Epstein Guncang Norwegia: Parlemen Bentuk Komisi Investigasi Khusus
Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre(Media Sosial X)

PARLEMEN Norwegia (Stortinget) secara bulat memutuskan untuk membentuk komisi investigasi independen guna menyelidiki hubungan antara kementerian luar negeri negara tersebut dengan mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Langkah ini diambil setelah rilis dokumen "Epstein Files" oleh Departemen Kehakiman AS memicu gejolak hebat di eselon tertinggi masyarakat Norwegia.

Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre, memberikan penghormatan kepada para korban Epstein dan menegaskan kekayaan tidak boleh digunakan untuk membeli pengaruh.

"Berkas-berkas tersebut dengan jelas menunjukkan sangat mungkin untuk membeli dan menyalahgunakan pengaruh jika Anda cukup kaya," ujar Støre dalam pidatonya sebelum pemungutan suara, Selasa waktu setempat.

Nama-Nama Besar dalam Pusaran Skandal

Skandal ini menyeret sejumlah tokoh sentral Norwegia, termasuk mantan Perdana Menteri, mantan Menteri Luar Negeri, hingga anggota keluarga kerajaan.

Salah satu fokus utama penyelidikan adalah Mona Juul, mantan duta besar Norwegia untuk Yordania dan Irak, serta suaminya, Terje Rød-Larsen. Keduanya merupakan diplomat kunci di balik Perjanjian Oslo 1993-1995. Pasangan ini diduga menerima warisan senilai US$10 juta dari Epstein untuk kedua anak mereka. Saat ini, kepolisian antikorupsi Norwegia, Økokrim, sedang menyelidiki keduanya atas dugaan korupsi berat.

Selain itu, Thorbjørn Jagland, mantan Perdana Menteri sekaligus mantan ketua Komite Nobel, juga tengah diselidiki atas tuduhan serupa. Sementara itu, Børge Brende, mantan Menteri Luar Negeri, telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Forum Ekonomi Dunia (WEF) setelah namanya muncul dalam dokumen tersebut.

Putri Mahkota Mette-Marit pun tak luput dari sorotan dan kini berada di bawah tekanan publik untuk menjelaskan hubungan jangka panjangnya dengan pendana asal AS tersebut.

Memulihkan Kepercayaan Publik

Komisi investigasi tidak hanya akan mendalami kontak personal pejabat dengan Epstein, tetapi juga menyelidiki kampanye Norwegia untuk posisi-posisi puncak di organisasi internasional serta penggunaan dana bantuan pembangunan.

Per-Willy Amundsen, ketua komite pengawasan parlemen, menegaskan bahwa kasus ini menyentuh fondasi kepercayaan masyarakat terhadap administrasi negara.

"Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kontak dengan penjahat, dan tentang korupsi dalam administrasi. Jika hal ini terdokumentasi, hal itu dapat menyebabkan kerusakan permanen terhadap kepercayaan publik. Oleh karena itu, kasus ini memerlukan langkah-langkah luar biasa untuk memulihkan kepercayaan tersebut," tegas Amundsen.

PM Støre menambahkan bahwa transparansi sangat penting bagi demokrasi Norwegia, terutama di tengah situasi global yang tidak menentu. Meskipun membela kinerja kementerian luar negeri secara umum, ia sepakat bahwa setiap kesalahan harus diklarifikasi secara tuntas agar fakta sebenarnya terungkap ke publik. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik