Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Norwegia resmi membuka penyelidikan terhadap diplomat profil tinggi, Mona Juul, dan suaminya, Terje Rød-Larsen. Langkah hukum ini diambil menyusul terungkapnya hubungan mereka dengan mendiang terpidana kasus asusila, Jeffrey Epstein.
Penyelidikan yang dipimpin unit kejahatan ekonomi Norwegia, Økokrim, difokuskan pada dugaan "korupsi berat". Fokus utama penyelidik adalah mencari tahu apakah ada keuntungan yang diterima Juul terkait dengan posisinya sebagai pejabat negara.
"Økokrim akan, di antara hal lainnya, menyelidiki apakah ada keuntungan yang diterima sehubungan dengan posisinya," ungkap kepolisian dalam pernyataan resmi pada Senin waktu setempat.
Skandal ini mencuat setelah media Norwegia melaporkan anak-anak Juul tercatat akan menerima masing-masing sebesar US$5 juta (sekitar Rp78 miliar) dalam surat wasiat yang diduga ditandatangani Epstein sesaat sebelum kematiannya pada 2019.
Akibat laporan tersebut, Juul yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar untuk Yordania dan Irak, sempat diskors sebelum akhirnya resmi mengundurkan diri pada hari Minggu. Kementerian Luar Negeri Norwegia menyebut kontak Juul dengan Epstein sebagai sebuah "kesalahan penilaian yang serius."
Selain masalah warisan, dokumen "Epstein Files" mengungkap suami Juul, Terje Rød-Larsen, sempat makan malam dengan Epstein di Paris pada Juni 2019, hanya beberapa pekan sebelum Epstein ditangkap atas tuduhan perdagangan seks di Amerika Serikat. Pasangan ini merupakan tokoh penting di balik Perjanjian Oslo (Oslo Accords) tahun 1993-1995.
Meskipun penggeledahan telah dilakukan di sebuah properti di Oslo, pihak Juul dan Rød-Larsen membantah adanya pelanggaran hukum. Kuasa hukum Juul menyatakan kliennya "tidak mengakui tuduhan yang ditujukan kepadanya." Sementara itu, pengacara Rød-Larsen meyakini penyelidikan ini akan memperjelas "tidak ada dasar untuk pertanggungjawaban pidana."
Daftar Tokoh Norwegia dalam Pusaran Skandal Mona Juul bukanlah satu-satunya figur publik Norwegia yang terseret dalam dokumen Epstein. Nama-nama besar lainnya meliputi:
Munculnya nama-nama tersebut dalam dokumen tidak secara otomatis menunjukkan adanya kesalahan atau tindak kriminal. Namun, hal ini meningkatkan tekanan publik terhadap transparansi para elit politik di negara Nordik tersebut. (BBC/Z-2)
Ghislaine Maxwell menolak menjawab pertanyaan Komite Pengawas DPR AS terkait skandal Jeffrey Epstein. Ia justru gunakan momen ini untuk mengincar pengampunan.
Krisis kepemimpinan menghantam Sir Keir Starmer setelah Anas Sarwar memintanya mundur. Skandal hubungan Peter Mandelson dan Jeffrey Epstein jadi pemicu.
Raja Charles III pecah suara terkait skandal Jeffrey Epstein yang menyeret Andrew Mountbatten-Windsor. Istana siap bekerja sama dengan polisi terkait dugaan pelanggaran hukum.
Andrew Mountbatten-Windsor dilaporkan ke Kepolisian Thames Valley atas dugaan pembocoran dokumen rahasia negara kepada predator seksual Jeffrey Epstein.
Pangeran William dan Kate Middleton menyatakan keprihatinan mendalam atas skandal Jeffrey Epstein yang menyeret Pangeran Andrew.
Kepolisian Norwegia menyelidiki mantan PM Thorbjørn Jagland terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein. Diduga ada suap dan gratifikasi saat ia menjabat.
Marius Borg Høiby, putra Putri Mahkota Mette-Marit, memberikan kesaksian emosional dalam sidang kasus pemerkosaan. Ia mengaku terjebak gaya hidup kelam demi mencari pengakuan.
Marius Borg Høiby ditahan atas 38 dakwaan termasuk pemerkosaan. Di saat yang sama, hubungan Putri Mette-Marit dengan Jeffrey Epstein terungkap.
PRESIDEN Donald Trump memperjelas selama berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun bahwa ia termotivasi secara unik oleh keinginan untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.
Gli Azzurri yang dalam misi mustahil harus menang sembilan gol untuk lolos langsung justru dihajar Norwegia 1-4 pada laga terakhir kualifikasi di San Siro, Senin (17/11) WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved