Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Hillary Clinton Bantah Kenal Jeffrey Epstein, Desak Donald Trump Diperiksa di Bawah Sumpah

Thalatie K Yani
27/2/2026 07:59
Hillary Clinton Bantah Kenal Jeffrey Epstein, Desak Donald Trump Diperiksa di Bawah Sumpah
Hillary Clinton membantah terlibat dalam skandal Jeffrey Epstein saat bersaksi di depan Kongres AS. Ia menantang Donald Trump untuk melakukan hal yang sama.(Fox News)

MANTAN Sekretaris Negara AS, Hillary Clinton, menegaskan dirinya "sama sekali tidak tahu" mengenai aktivitas kriminal mendiang Jeffrey Epstein saat memberikan kesaksian di depan komite Kongres AS, Kamis (26/2). Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendesak para pembuat kebijakan untuk memeriksa mantan Presiden Donald Trump di bawah sumpah terkait masa lalunya dengan terpidana kasus asusila tersebut.

"Saya ingin kebenaran terungkap," ujar Hillary kepada wartawan setelah menjalani pemeriksaan tertutup selama enam jam oleh Komite Pengawasan DPR di Chappaqua, New York. Kesaksian ini dilakukan di tengah penyelidikan intensif Kongres terhadap jaringan pertemanan Epstein yang melibatkan banyak tokoh berpengaruh.

Bantahan Keras dan Tudingan Politik

Dalam pernyataan pembukaannya, Hillary menyatakan tidak pernah bertemu Epstein secara personal, tidak pernah terbang dengan pesawat pribadinya, maupun mengunjungi pulau milik sang taipan. Ia hanya mengakui pernah bertemu rekan Epstein, Ghislaine Maxwell, dalam beberapa kesempatan formal.

Hillary juga mengkritik anggota komite dari Partai Republik yang dianggapnya lebih fokus pada urusan politik ketimbang mencari fakta. Ia menyoroti namanya dan sang suami, Bill Clinton, sering muncul dalam berkas perkara bukan berarti ada indikasi pelanggaran hukum.

"Saya ingin kebenaran terungkap, jadi itu adalah akhir yang melegakan dari sebuah deposisi yang sangat panjang dan repetitif," tambahnya. Ia pun menantang komite untuk memanggil Donald Trump, yang namanya juga sering muncul dalam dokumen terkait Epstein.

Diwarnai Aksi "Bocoran" Foto

Proses deposisi sempat terhenti secara mendadak menyusul insiden kebocoran foto dari dalam ruang sidang tertutup. Anggota Kongres dari Partai Demokrat menuding Lauren Boebert, perwakilan dari Colorado, melanggar aturan dengan mengambil foto Hillary dan mengirimkannya ke pemberi pengaruh (influencer) konservatif sebelum sidang dimulai.

Meski sempat memanas, Ketua Komite James Comer menyebut bahwa Hillary akhirnya menjawab sebagian besar pertanyaan. Namun, ia menyatakan ada beberapa jawaban yang masih dianggap belum memuaskan oleh tim penyelidik.

Bill Clinton Siap Bersaksi

Langkah Hillary ini merupakan bagian dari kesepakatan keluarga Clinton setelah sebelumnya sempat menolak panggilan subpena. Bill Clinton dijadwalkan akan memberikan kesaksiannya pada hari Jumat (27/2).

Kehadiran Bill Clinton besok akan mencatatkan sejarah sebagai pertama kalinya seorang mantan Presiden AS bersaksi di depan panel Kongres sejak Gerald Ford pada 1983. Bill Clinton sebelumnya telah menyatakan penyesalan pernah dikaitkan dengan Epstein, namun menegaskan bahwa hubungan mereka murni sebatas urusan pekerjaan yayasan kemanusiaan setelah ia meninggalkan kursi kepresidenan.

Pihak Demokrat di komite tersebut mendesak agar seluruh transkrip kesaksian Hillary segera dibuka untuk publik dalam 24 jam guna menghindari penggiringan opini yang sepihak. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya