Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Bagaimana Ghislaine Maxwell membawa Bill Clinton ke dalam lingkaran Epstein?

Thalatie K Yani
27/2/2026 07:05
Bagaimana Ghislaine Maxwell membawa Bill Clinton ke dalam lingkaran Epstein?
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap kedekatan Bill Clinton dengan Jeffrey Epstein dan peran Ghislaine Maxwell sebagai 'makelar' sosial.(House Oversight)

MANTAN Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, kembali berada di bawah radar pengawasan terkait hubungannya dengan mendiang narapidana kasus asusila, Jeffrey Epstein. Serangkaian foto dan dokumen baru yang dirilis Departemen Kehakiman AS kini mengungkap kedalaman interaksi mereka di awal tahun 2000-an.

Foto-foto tersebut menampilkan momen Clinton saat berenang malam bersama Ghislaine Maxwell di Inggris, serta kebersamaannya dengan Epstein di belakang panggung konser Rolling Stones di Hong Kong. Foto lain yang belum bertanggal menunjukkan Clinton sedang bersantai di bak mandi air panas (hot tub) bersama seseorang yang wajahnya disamarkan.

Peran Maxwell sebagai 'Makelar' Sosial

Dokumen terbaru menunjukkan hubungan antara Clinton dan Epstein tidak terjalin begitu saja. Ghislaine Maxwell, yang kini mendekam di penjara atas kasus perdagangan seksual, diketahui menjadi sosok sentral yang menjembatani kedua pria tersebut.

Dalam sebuah deposisi tahun 2025, Maxwell menyatakan, "Epstein pernah ke Gedung Putih, tapi mereka belum bertemu saat itu. Mereka bertemu karena saya." Maxwell juga mengklaim dialah yang meminta Epstein menyediakan pesawat pribadinya untuk keperluan perjalanan kemanusiaan Clinton.

Berdasarkan catatan penerbangan, Clinton telah terbang menggunakan pesawat pribadi Epstein setidaknya sebanyak 24 kali menuju berbagai benua antara tahun 2002 hingga 2003.

Korespondensi Rahasia Doug Band

Meskipun tidak ditemukan pesan langsung antara Clinton dan Epstein, dokumen tersebut mengungkap komunikasi intens antara Maxwell dan asisten utama Clinton, Doug Band. Keduanya kerap bertukar email yang bernada akrab, sanjungan, hingga sindiran seksual antara tahun 2002 dan 2004.

Band menyebut Maxwell sebagai "makelar sosial" dan "kekasih", sementara Maxwell memuji fisik dan kemampuan sosial Band. Komunikasi ekstensif ini menjelaskan bagaimana tim dari kedua belah pihak bekerja keras untuk menjaga hubungan tersebut tetap terjaga demi kepentingan penggalangan dana Clinton Foundation.

Pembelaan Pihak Clinton

Menanggapi pengungkapan ini, juru bicara Clinton, Angel Ureña, menegaskan sang mantan presiden tidak mengetahui sama sekali tentang kejahatan Epstein.

"Presiden Clinton tidak tahu apa-apa tentang kejahatan Epstein dan tidak memiliki apa pun untuk disembunyikan. Fakta adalah fakta dan kebenaran adalah kebenaran, dan keduanya ada di pihak kami," ujar Ureña kepada BBC.

Dalam memoarnya, Citizen: My Life After the White House, Clinton menyatakan penyesalan mendalam. Ia mengaku menganggap Epstein sosok yang aneh namun tidak menduga adanya tindak kriminal.

"Intinya adalah, meskipun itu mengizinkan saya mengunjungi lokasi kerja yayasan saya, bepergian dengan pesawat Epstein tidak sebanding dengan bertahun-tahun pertanyaan yang muncul setelahnya. Saya berharap saya tidak pernah mengenalnya," tulis Clinton.

Meskipun dokumen-dokumen ini tidak menuduh Clinton melakukan pelanggaran hukum atau mengetahui kejahatan Epstein, materi tersebut diprediksi akan menjadi bahan krusial dalam pemeriksaan komite kongres yang dipimpin Partai Republik. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya