Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH dokumen FBI yang baru saja dirilis mengungkap fakta mengejutkan terkait hubungan Donald Trump dan mendiang predator seksual Jeffrey Epstein. Mantan Kepala Polisi Palm Beach mengklaim pada 2006, Trump pernah menghubunginya untuk menyatakan dukungan atas penyelidikan terhadap Epstein.
Dalam laporan wawancara FBI tahun 2019, pejabat polisi tersebut, yang kemudian diidentifikasi sebagai Michael Reiter, menyatakan Trump meneleponnya sesaat setelah kepolisian Palm Beach memulai penyelidikan terhadap Epstein.
"Syukurlah Anda menghentikannya, semua orang sudah tahu dia melakukan hal ini," ujar Trump kepada Reiter, menurut dokumen tersebut.
Reiter mengungkapkan dalam percakapan telepon pada Juli 2006 itu, Trump mengaku mengusir Epstein dari klub Mar-a-Lago miliknya. Trump bahkan menyebut "orang-orang di New York tahu dia (Epstein) menjijikkan."
Tak hanya menyasar Epstein, Trump juga disebut memberikan peringatan spesifik mengenai kaki tangan Epstein, Ghislaine Maxwell. Trump menyebut Maxwell sebagai "operator" Epstein dan melabelinya sebagai sosok yang jahat.
"Dia (Trump) mengatakan Ghislaine Maxwell adalah operator Epstein, dan 'dia jahat, fokuslah padanya'," tulis ringkasan FBI tersebut menirukan ucapan Trump. Sebagai informasi, Maxwell akhirnya divonis tahun 2021 atas perannya dalam menjerat gadis-gadis di bawah umur untuk Epstein.
Klaim ini memicu pertanyaan baru mengenai sejauh mana pengetahuan Trump terhadap aktivitas ilegal Epstein. Selama ini, Trump secara konsisten membantah mengetahui kejahatan Epstein. Pada 2019, saat Epstein ditangkap atas tuduhan perdagangan seks, Trump menegaskan kepada wartawan, ia tidak memiliki kecurigaan apa pun.
"Tidak, saya tidak tahu. Saya tidak tahu sama sekali. Saya sudah tidak berbicara dengannya selama bertahun-tahun," kata Trump kala itu.
Namun, menurut catatan FBI, Reiter menyebut Trump adalah salah satu "orang pertama yang menelepon" polisi Florida ketika mendengar adanya penyelidikan terhadap eksploitasi seksual anak di bawah umur yang melibatkan Epstein.
Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyatakan ketidaktahuannya secara pasti apakah panggilan telepon tahun 2006 itu benar-benar terjadi. Namun, ia menegaskan jika benar, hal itu justru memperkuat posisi Trump selama ini.
"Apa yang selalu dikatakan Presiden Trump adalah dia mengusir Jeffrey Epstein dari klub Mar-a-Lago karena Jeffrey Epstein adalah orang yang aneh," ujar Leavitt.
Meskipun Trump dan Epstein sering terlihat bersosialisasi dan berfoto bersama pada era 1990-an, pihak Trump berulang kali menegaskan hubungan mereka berakhir sekitar tahun 2004. Trump mengklaim perselisihan mereka dipicu oleh upaya Epstein yang mencoba "mencuri" karyawan dari Mar-a-Lago. (BBC/Z-2)
Tekanan anggota parlemen memaksa Departemen Kehakiman AS membuka nama-nama yang sebelumnya disensor dalam file kasus Jeffrey Epstein, termasuk miliarder dan taipan.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
Ghislaine Maxwell menolak menjawab pertanyaan Komite Pengawas DPR AS terkait skandal Jeffrey Epstein. Ia justru gunakan momen ini untuk mengincar pengampunan.
Krisis kepemimpinan menghantam Sir Keir Starmer setelah Anas Sarwar memintanya mundur. Skandal hubungan Peter Mandelson dan Jeffrey Epstein jadi pemicu.
Diplomat senior Norwegia, Mona Juul, dan suaminya diselidiki polisi terkait hubungan dengan Jeffrey Epstein. Diduga ada aliran dana jutaan dolar dalam warisan.
FBI merilis bukti baru berupa rekaman CCTV orang bersenjata di rumah Nancy Guthrie. Savannah Guthrie yakin ibunya masih hidup dan meminta bantuan publik.
SUATU dokumen FBI pada 2020 yang termasuk dalam berkas Epstein menuduh bahwa miliarder paedofil Jeffrey Epstein dilatih sebagai mata-mata di bawah mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
Hakim AS Alex Tostrud mencabut perintah darurat yang mewajibkan penyelidik federal menjaga bukti penembakan Alex Pretti.
Terjadi penembakan di Arivaca, Arizona melibatkan agen Patroli Perbatasan AS. FBI dan Sheriff Pima selidiki penggunaan kekuatan setelah satu korban dinyatakan kritis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved