Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Indonesia-Norwegia Perkuat Aksi Iklim lewat Small Grant Periode Keempat

Basuki Eka Purnama
13/2/2026 23:04
Indonesia-Norwegia Perkuat Aksi Iklim lewat Small Grant Periode Keempat
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menerima kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Asmund Aukrust(MI/HO)

PEMERINTAH Indonesia, melalui Kementerian Kehutanan, resmi melanjutkan kolaborasi strategis dengan Pemerintah Norwegia dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Langkah ini ditandai dengan peluncuran Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat yang berlangsung di Jakarta, Kamis (12/2).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menerima kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Asmund Aukrust, untuk meresmikan program yang menjadi kelanjutan dari fase sebelumnya pada Agustus 2025 lalu. 

Skema pendanaan ini dirancang khusus untuk mendukung target Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 melalui mekanisme Result-Based Contribution atau pendanaan berbasis hasil.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Hingga periode ketiga, program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Total dana sebesar Rp19,31 miliar telah disalurkan kepada 561 kelompok masyarakat. Manfaatnya dirasakan oleh 31.512 penerima yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia.

Menhut Raja Antoni menegaskan bahwa tantangan pemanasan global sudah di depan mata dan memerlukan tindakan cepat. 

"Hari ini, dengan bangga bersama Minister Asmund Aukrust, saya meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan yang telah memasuki periode keempat," ujarnya. 

Ia juga menambahkan, "Waktu yang ada pun sangat terbatas untuk melakukan mitigasi, sehingga kerja sama seperti ini harus terus diperkuat".

Komitmen Global dan Partisipasi Publik

Sejauh ini, Norwegia telah berkontribusi sebesar US$216 juta sebagai apresiasi atas keberhasilan Indonesia menekan angka deforestasi. Menteri Asmund Aukrust menyatakan bahwa kemitraan ini sangat krusial karena krisis iklim tidak bisa diselesaikan oleh satu negara sendirian.

"Kami sangat bangga dengan kemitraan dan persahabatan yang terjalin dengan Indonesia. Kami datang untuk mendengarkan, belajar, dan menegaskan bahwa kita berada dalam perjuangan ini bersama-sama," ungkap Aukrust. 

Ia menekankan bahwa dukungan finansial harus menyentuh masyarakat yang hidup paling dekat dengan hutan.

Pendaftaran dan Tema Kegiatan

Pada periode keempat ini, pemerintah membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan usulan kegiatan mulai 12 hingga 19 Februari 2026. 

Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id.

Terdapat tiga tema utama yang dapat dipilih oleh calon penerima manfaat:

  1. FOLU Goes to School: Fokus pada keterlibatan generasi muda dalam pelestarian lingkungan.
  2. FOLU Terra: Bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan berbasis lingkungan.
  3. FOLU Biodiversity: Mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Dana tersebut nantinya akan disalurkan oleh Kementerian Kehutanan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Melalui program ini, pemerintah berharap partisipasi publik dalam agenda mitigasi perubahan iklim semakin luas dan inklusif. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya