Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menhut: Bencana Sumatra Jadi Titik Balik Pembenahan Tata Kelola Hutan

 Gana Buana
29/11/2025 15:22
Menhut: Bencana Sumatra Jadi Titik Balik Pembenahan Tata Kelola Hutan
Bencana banjir dan longsor di Sumatera(MI/Yose Hendra )

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menilai rangkaian banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra harus menjadi peringatan keras sekaligus momentum untuk memperbaiki tata kelola hutan dan lingkungan di Indonesia.

Dalam pernyataan yang diterima dari Jakarta, Sabtu, ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, perhatian publik yang kini tertuju pada tragedi tersebut semestinya dimanfaatkan untuk melakukan refleksi menyeluruh.

“Ini saat yang tepat untuk membuka mata. Semua orang kini menyaksikan dan merasakan dampaknya. Semoga bencana ini tidak meluas ke daerah lain,” ujar Raja Juli, dilansir dari Antara, Sabtu (29/11).

Sejalan dengan Peringatan Presiden

Ia menegaskan bahwa kondisi ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti maraknya penebangan liar yang ikut memperparah risiko bencana hidrometeorologi.

“Di satu sisi kita berduka, namun di sisi lain ini menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi kebijakan. Selama ini, pendulum antara ekonomi dan ekologi terlalu berat ke arah ekonomi. Kini saatnya dikembalikan ke titik seimbang, karena masyarakat sendiri sudah merasakan akibatnya,” katanya.

Langkah Nyata di Lapangan

Dalam kunjungan kerjanya ke Riau hari ini, Menhut memastikan pemerintah tidak hanya berhenti pada evaluasi, tetapi langsung bergerak dengan tindakan konkret. Salah satunya melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat bagi masyarakat adat di Kuantan Singingi.

“Masyarakat adat sering terpinggirkan, padahal mereka penjaga hutan terbaik. Dengan legalisasi ini, mereka memperoleh ruang dan kekuatan hukum untuk mengelola hutan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Restorasi Habitat Gajah Sumatera

Selain itu, Menhut juga meninjau Taman Nasional Tesso Nilo untuk memastikan program pemulihan habitat gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) berlangsung optimal. Ia menekankan pentingnya menjaga populasi gajah seperti Domang dan kelompoknya agar tidak semakin terdesak oleh kerusakan lingkungan.

Langkah-langkah pemulihan yang sedang dilakukan di Riau, lanjutnya, akan menjadi model bagi penanganan di provinsi-provinsi lain yang terdampak bencana.

“Kunjungan saya selama dua hari di Riau ini menjadi acuan bagi upaya serupa di wilayah lain, baik di Sumatra Barat, Sumatra Utara, Aceh, maupun daerah lainnya,” ujarnya.

Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan hutan secara menyeluruh sebagai respons atas rangkaian bencana yang terjadi. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik