Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menilai rangkaian banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra harus menjadi peringatan keras sekaligus momentum untuk memperbaiki tata kelola hutan dan lingkungan di Indonesia.
Dalam pernyataan yang diterima dari Jakarta, Sabtu, ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, perhatian publik yang kini tertuju pada tragedi tersebut semestinya dimanfaatkan untuk melakukan refleksi menyeluruh.
“Ini saat yang tepat untuk membuka mata. Semua orang kini menyaksikan dan merasakan dampaknya. Semoga bencana ini tidak meluas ke daerah lain,” ujar Raja Juli, dilansir dari Antara, Sabtu (29/11).
Ia menegaskan bahwa kondisi ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti maraknya penebangan liar yang ikut memperparah risiko bencana hidrometeorologi.
“Di satu sisi kita berduka, namun di sisi lain ini menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi kebijakan. Selama ini, pendulum antara ekonomi dan ekologi terlalu berat ke arah ekonomi. Kini saatnya dikembalikan ke titik seimbang, karena masyarakat sendiri sudah merasakan akibatnya,” katanya.
Dalam kunjungan kerjanya ke Riau hari ini, Menhut memastikan pemerintah tidak hanya berhenti pada evaluasi, tetapi langsung bergerak dengan tindakan konkret. Salah satunya melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat bagi masyarakat adat di Kuantan Singingi.
“Masyarakat adat sering terpinggirkan, padahal mereka penjaga hutan terbaik. Dengan legalisasi ini, mereka memperoleh ruang dan kekuatan hukum untuk mengelola hutan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Selain itu, Menhut juga meninjau Taman Nasional Tesso Nilo untuk memastikan program pemulihan habitat gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) berlangsung optimal. Ia menekankan pentingnya menjaga populasi gajah seperti Domang dan kelompoknya agar tidak semakin terdesak oleh kerusakan lingkungan.
Langkah-langkah pemulihan yang sedang dilakukan di Riau, lanjutnya, akan menjadi model bagi penanganan di provinsi-provinsi lain yang terdampak bencana.
“Kunjungan saya selama dua hari di Riau ini menjadi acuan bagi upaya serupa di wilayah lain, baik di Sumatra Barat, Sumatra Utara, Aceh, maupun daerah lainnya,” ujarnya.
Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan hutan secara menyeluruh sebagai respons atas rangkaian bencana yang terjadi. (Ant/Z-10)
Putusnya jalur penghubung antarkabupaten terjadi sejak Februari 2022 hingga Februari 2026 akibat hujan tinggi yang memicu longsor sepanjang 250 meter dan mengancam permukiman warga.
Tidak hanya menutupi badan jalan, material longsor tersebut juga menimpa Jembatan Gantung Tonjong, sehingga akses bagi pengendara motor, mobil, maupun pejalan kaki lumpuh total.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor.
BRIN menjelaskan lubang besar di Aceh Tengah bukan fenomena sinkhole, melainkan longsoran geologi akibat batuan tufa rapuh, hujan lebat, dan faktor gempa bumi.
Pemerintah tambah TKD Rp10,6 triliun untuk pemulihan banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dana cair bertahap mulai Februari hingga April 2026.
Sekjen PSI sekaligus Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan ajaran Islam memiliki landasan teologis kuat untuk menjaga lingkungan dan hutan dalam perspektif ekoteologi.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menerima kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Asmund Aukrust, untuk meresmikan program yang telah berlangsung sejak Agustus 2025.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk melibatkan TNI dan Polri untuk investigasi perusahaan penyebab bencana Sumatra.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengungkapkan bahwa pihaknya masih tengah menyelidiki asal-usul dan status gelondongan kayu yang terbawa banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved