Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menhut Raja Juli Lakukan Pendalaman Terhadap Asal Gelondongan Kayu

 Gana Buana
04/12/2025 22:39
Menhut Raja Juli Lakukan Pendalaman Terhadap Asal Gelondongan Kayu
Asal gelondongan kayu diusut(Antara)

MENTERI Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengungkapkan bahwa pihaknya masih tengah menyelidiki asal-usul dan status gelondongan kayu yang terbawa banjir, sambil menyatakan bahwa Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah mengidentifikasi sejumlah perusahaan yang diduga berperan dalam terjadinya banjir di kawasan Sumatra.

"Proses ini masih dalam tahap pendalaman, namun kami telah mengidentifikasi subjek-subjek hukum yang berpotensi terlibat," ujarnya saat menjawab pertanyaan wartawan seusai pertemuan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Kamis lalu.

Menhut menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyelidiki asal-usul kayu yang terbawa banjir, apakah kayu tersebut berasal dari kegiatan pembalakan liar (illegal logging), hasil tumpukan kayu dari pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit atau tambang, atau apakah itu berasal dari Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT).

"Beberapa wilayah yang ada di luar kawasan hutan, tetapi masih dalam Areal Penggunaan Lain (APL) yang memiliki hutan alam, bisa jadi merupakan modus pencucian kayu. Ini masih dalam penyelidikan," katanya, dilansir dari Antara, Kamis (4/12).

Kementerian Kehutanan bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah membentuk tim investigasi untuk melacak sumber kayu-kayu yang terbawa banjir di beberapa lokasi di Sumatra, termasuk sejumlah gelondongan kayu dalam jumlah besar yang ditemukan di wilayah banjir Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

Menhut juga menginformasikan bahwa aparat Polri telah diterjunkan di dua daerah, yakni di DAS Garoga dan wilayah Anggoli sekitar Batang Toru, Sumatra Utara.

"Untuk hasil lebih lanjut, saya rasa lebih baik tim bekerja secara sinergis, dan kami akan memberikan laporan secara berkala kepada publik," jelasnya.

Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Menhut mengungkapkan bahwa Kemenhut telah mengidentifikasi 12 perusahaan di Sumatera Utara yang diduga terlibat dalam pelanggaran dan menjadi salah satu faktor penyebab banjir di wilayah tersebut. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik