Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengungkapkan bahwa pihaknya masih tengah menyelidiki asal-usul dan status gelondongan kayu yang terbawa banjir, sambil menyatakan bahwa Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah mengidentifikasi sejumlah perusahaan yang diduga berperan dalam terjadinya banjir di kawasan Sumatra.
"Proses ini masih dalam tahap pendalaman, namun kami telah mengidentifikasi subjek-subjek hukum yang berpotensi terlibat," ujarnya saat menjawab pertanyaan wartawan seusai pertemuan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Kamis lalu.
Menhut menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyelidiki asal-usul kayu yang terbawa banjir, apakah kayu tersebut berasal dari kegiatan pembalakan liar (illegal logging), hasil tumpukan kayu dari pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit atau tambang, atau apakah itu berasal dari Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT).
"Beberapa wilayah yang ada di luar kawasan hutan, tetapi masih dalam Areal Penggunaan Lain (APL) yang memiliki hutan alam, bisa jadi merupakan modus pencucian kayu. Ini masih dalam penyelidikan," katanya, dilansir dari Antara, Kamis (4/12).
Kementerian Kehutanan bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah membentuk tim investigasi untuk melacak sumber kayu-kayu yang terbawa banjir di beberapa lokasi di Sumatra, termasuk sejumlah gelondongan kayu dalam jumlah besar yang ditemukan di wilayah banjir Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Menhut juga menginformasikan bahwa aparat Polri telah diterjunkan di dua daerah, yakni di DAS Garoga dan wilayah Anggoli sekitar Batang Toru, Sumatra Utara.
"Untuk hasil lebih lanjut, saya rasa lebih baik tim bekerja secara sinergis, dan kami akan memberikan laporan secara berkala kepada publik," jelasnya.
Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Menhut mengungkapkan bahwa Kemenhut telah mengidentifikasi 12 perusahaan di Sumatera Utara yang diduga terlibat dalam pelanggaran dan menjadi salah satu faktor penyebab banjir di wilayah tersebut. (Ant/Z-10)
Proses kedatangan Panda hingga akhirnya lahir bayi Panda di Indonesia bukan hal yang singkat, namun melewati 3 kepemimpinan Presiden Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk melibatkan TNI dan Polri untuk investigasi perusahaan penyebab bencana Sumatra.
Kawasan itu juga bersinggungan dengan sejumlah perizinan seperti Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) Hutan Alam, PBPH Restorasi Ekosistem, HGU sawit, dan IUP tambang.
Legislator PDIP Alex Indra Lukman mencecar Menhut Raja Juli Antoni terkait banjir Sumatra, mendesak pemerintah membuka data tambang ilegal yang diduga menjadi pemicu utama kerusakan hutan
Data dari BPBD Agam, sebanyak 85 korban sudah ditemukan dampak banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Malalak, dan lainnya.
Bareskrim Polri menyelidiki keberadaan gelondongan kayu dan dugaan kerusakan lingkungan yang memicu banjir bandang di Aceh Tamiang
Jusuf Kalla menekankan pentingnya penanganan cepat dampak banjir, khususnya penumpukan kayu di sungai, serta mendorong pemanfaatan kayu bernilai guna untuk membantu masyarakat
Saat meninjau banjir Aceh Tamiang, Prabowo melihat tumpukan kayu di jembatan dan meminta pemda memperketat pengawasan lingkungan
TIDAK hanya manusia, alam pun bisa murka. Kini luapan amarahnya membanjiri tiga provinsi di Indonesia tercinta.
'MUNGKIN Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita. Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita. Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved